Poundsterling Menguat NFP: Ekspektasi Fed Reda, GBP Melonjak

Dipublikasikan pada: 03 October 2026

Poundsterling Menguat NFP: Ekspektasi Fed Reda, GBP Melonjak

Poundsterling menunjukkan kenaikan signifikan baru-baru ini. Mata uang Inggris ini mengalami rebound kuat, terutama setelah data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat dirilis. NFP yang lebih lemah dari perkiraan secara efektif memudarkan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan Oktober. Kondisi ini secara langsung menyingkirkan taruhan kenaikan suku bunga Fed, memberikan dorongan besar bagi GBP terhadap Dolar AS.

Poundsterling Menguat Tajam: NFP Memudarkan Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed Oktober

Rilis data NFP AS pada hari Jumat menunjukkan perlambatan signifikan dalam penciptaan lapangan kerja, dengan angka yang jauh di bawah konsensus. Data ini segera mengubah narasi di pasar keuangan. Sebelumnya, banyak investor bertaruh pada kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga sekali lagi pada pertemuan FOMC bulan Oktober atau Desember. Namun, angka NFP yang mengecewakan ini dengan cepat meredam optimisme tersebut. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada bulan Oktober hampir nol. Akibatnya, Dolar AS melemah secara substansial. Ini menciptakan ruang bagi mata uang utama lainnya, termasuk Poundsterling, untuk menguat kembali.

Implikasi Data Tenaga Kerja AS Terhadap Prospek Kebijakan Moneter The Fed

Data NFP yang lebih lemah mengindikasikan pendinginan pasar tenaga kerja AS. Hal ini selaras dengan tujuan The Fed untuk menekan inflasi melalui pengetatan kebijakan moneter. Dengan pasar tenaga kerja yang tidak lagi sekuat sebelumnya, tekanan inflasi dari sisi upah diperkirakan akan berkurang. Oleh karena itu, kebutuhan akan pengetatan lebih lanjut menjadi kurang mendesak. Implikasi dari data ini sangat penting bagi prospek kebijakan moneter The Fed ke depan. Investor sekarang cenderung percaya bahwa The Fed mungkin telah mencapai puncak siklus kenaikan suku bunga mereka, atau setidaknya akan mengambil jeda panjang. Dengan demikian, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih dovish di AS secara langsung melemahkan Dolar dan mendukung mata uang lain, termasuk GBP.

Faktor Pendukung Kinerja Poundsterling di Tengah Ketidakpastian Pasar

Selain kelemahan Dolar AS yang didorong oleh NFP, Poundsterling juga mendapat dukungan dari beberapa faktor domestik. Meskipun ekonomi Inggris menghadapi tantangan inflasi yang persisten, Bank of England (BoE) telah menunjukkan tekad untuk mengatasi hal tersebut melalui kebijakan yang relatif hawkish. Pasar memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama. Selain itu, beberapa data ekonomi Inggris terbaru menunjukkan sedikit ketahanan. Terlebih lagi, sentimen pasar global yang cenderung risk-on pasca-NFP juga turut memberikan dorongan. Investor cenderung mengalihkan modalnya dari aset safe-haven seperti Dolar AS ke mata uang yang lebih berisiko, termasuk GBP.

Meskipun Poundsterling menunjukkan kekuatan signifikan pasca-NFP, para investor tetap harus mencermati data ekonomi AS dan Inggris selanjutnya. Laporan inflasi AS dan data pertumbuhan PDB Inggris akan menjadi penentu utama arah pergerakan GBP/USD ke depan. Pergerakan ini akan terus dipengaruhi oleh dinamika ekspektasi kebijakan moneter kedua bank sentral.

Kesimpulan

Kenaikan signifikan Poundsterling pasca rilis NFP lemah didorong oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed dan dukungan dari kebijakan hawkish BoE. Meskipun demikian, investor perlu mencermati data ekonomi AS dan Inggris selanjutnya untuk menentukan arah pergerakan GBP/USD ke depan. Dinamika kebijakan moneter kedua bank sentral akan terus menjadi penentu utama.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Likuidasi Carry Trade: Tekanan pada Peso Meksiko dan Mata Uang LatAm Artikel Lama → Kenaikan Dolar Selandia Baru: Dampak NFP AS pada Pasar Forex

Postingan Lainya