Prakiraan GBP/USD: Kelemahan Berlanjut, Target 1.3240 Terlihat

Dipublikasikan pada: 08 June 2026

Prakiraan GBP/USD: Kelemahan Berlanjut, Target 1.3240 Terlihat

Prakiraan Harga GBP/USD: Penurunan Lebih Lanjut Tampak Mungkin Menuju 1.3240

Pasangan mata uang GBP/USD menunjukkan tanda-tanda kelemahan berkelanjutan di tengah sentimen pasar yang berhati-hati dan perbedaan kebijakan moneter. Analisis terkini mengindikasikan bahwa **penurunan lebih lanjut GBP/USD tampak mungkin menuju level 1.3240** dalam waktu dekat. Pergerakan harga ini didorong oleh kombinasi faktor teknikal yang bearish dan tekanan fundamental yang membebani Pound Sterling, sementara Dolar AS mempertahankan daya tariknya sebagai aset safe-haven. Trader serta investor kini memantau dengan cermat level support kunci ini untuk petunjuk arah berikutnya.

Analisis Teknikal Mendukung Prospek Penurunan GBP/USD Menuju 1.3240

Secara teknikal, GBP/USD telah menembus beberapa level support penting. Pasangan ini saat ini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan utama, termasuk 50-day dan 200-day Simple Moving Averages (SMA), yang keduanya kini bertindak sebagai resistance dinamis. Indikator kekuatan relatif (RSI) tetap berada di wilayah bearish, menunjukkan tekanan jual yang dominan. Selain itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan persilangan bearish yang jelas, memperkuat prospek penurunan. Jika momentum negatif terus berlanjut, level support psikologis dan struktural di 1.3240 menjadi target berikutnya yang sangat mungkin diuji. Penembusan di bawah 1.3300 baru-baru ini mempercepat penurunan, membuka jalan bagi pengujian support yang lebih rendah. Oleh karena itu, formasi candlestick harian juga menunjukkan pola "lower highs" dan "lower lows", yang secara klasik mengindikasikan tren turun.

Faktor Fundamental Memberikan Tekanan pada Pound Sterling

Di sisi fundamental, Pound Sterling menghadapi sejumlah tantangan. Bank of England (BOE) telah mengadopsi sikap yang lebih dovish dibandingkan ekspektasi pasar, terutama terkait prospek pertumbuhan ekonomi Inggris yang melambat. Tingkat inflasi yang tinggi di Inggris juga memicu kekhawatiran resesi, membatasi kemampuan BOE untuk mengambil tindakan agresif. Sebaliknya, Federal Reserve AS terus menunjukkan sikap yang lebih hawkish, dengan sinyal kenaikan suku bunga yang agresif untuk menekan inflasi. Perbedaan kebijakan moneter ini secara signifikan memperlebar jurang yield antara kedua mata uang, membuat Dolar AS lebih menarik. Selain itu, ketegangan geopolitik global dan krisis energi juga memperkuat permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe-haven, semakin menekan GBP/USD. Data ekonomi Inggris yang bervariasi, seperti PDB yang melambat dan aktivitas manufaktur yang stagnan, juga tidak banyak membantu Pound.

Level Kunci dan Skenario Potensial untuk GBP/USD

Para pelaku pasar harus memperhatikan level-level kunci. Level resistance terdekat yang perlu diperhatikan berada di sekitar 1.3280 dan 1.3320. Penembusan tegas di atas level-level ini dapat meredakan tekanan jual sementara. Namun, selama harga tetap di bawah zona ini, tekanan bearish kemungkinan akan tetap ada. Sebaliknya, jika level 1.3240 ditembus, ini akan membuka potensi penurunan lebih lanjut menuju support berikutnya di 1.3200 dan bahkan 1.3160. Volatilitas pasar diperkirakan akan tetap tinggi karena sentimen risiko terus berfluktuasi. Data ekonomi AS yang akan datang, seperti laporan inflasi dan pasar tenaga kerja, juga akan memberikan arah yang signifikan bagi Dolar AS dan secara tidak langsung memengaruhi pasangan GBP/USD. Trader disarankan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan strategi manajemen risiko yang kuat.

Kesimpulan

Pasangan GBP/USD diperkirakan akan melanjutkan penurunannya, dengan level 1.3240 sebagai target utama yang sangat mungkin diuji. Tekanan jual didorong oleh kombinasi faktor teknikal yang bearish dan fundamental yang membebani Pound Sterling. Trader disarankan untuk tetap waspada dan menerapkan strategi manajemen risiko yang kuat di tengah volatilitas pasar yang tinggi.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Iran Salahkan AS Atas Pelanggaran Gencatan Senjata, Tensi Naik Artikel Lama → Harga Minyak WTI: Geopolitik Timur Tengah Picu Volatilitas

Postingan Lainya