Prakiraan GBP/USD: Melemah di Bawah EMA 100 Hari, Bearish

Dipublikasikan pada: 01 December 2025

Prakiraan GBP/USD: Melemah di Bawah EMA 100 Hari, Bearish

Prakiraan Harga GBP/USD: Melemah di Bawah EMA 100 Hari di Tengah Penyiapan Teknis Bearish

Pasangan mata uang GBP/USD saat ini menunjukkan tanda-tanda pelemahan signifikan, dengan harga yang tergelincir di bawah Exponential Moving Average (EMA) 100 hari. Perkembangan ini mengindikasikan penyiapan teknis yang cenderung bearish, berpotensi membuka jalan bagi penurunan lebih lanjut dalam waktu dekat. Para analis dan trader kini mencermati dengan seksama level-level dukungan kritis serta dinamika fundamental yang dapat mempercepat atau meredakan tekanan jual pada Cable.

Analisis Teknis GBP/USD: Tergelincir di Bawah EMA 100 Hari

Penurunan harga GBP/USD di bawah level krusial EMA 100 hari menandai pergeseran sentimen dari netral menjadi bearish di kalangan pelaku pasar. EMA 100 hari seringkali berfungsi sebagai indikator tren jangka menengah yang vital. Ketika harga diperdagangkan di bawahnya, ini menunjukkan dominasi penjual. Selain itu, indikator momentum lainnya juga mendukung pandangan bearish ini. Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di bawah level 50, menunjukkan momentum bearish yang meningkat. Demikian pula, Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah menunjukkan persilangan bearish, dengan garis MACD bergerak di bawah garis sinyalnya. Pola harga juga mulai membentuk puncak yang lebih rendah (lower highs), memperkuat tesis bahwa tekanan jual terus berlanjut.

Faktor-faktor Fundamental yang Mempengaruhi Prospek GBP/USD

Di sisi fundamental, sentimen pasar terhadap GBP/USD dipengaruhi oleh kombinasi data ekonomi dari Inggris dan Amerika Serikat. Di Inggris, data inflasi yang masih tinggi telah menjaga ekspektasi pengetatan kebijakan oleh Bank of England (BoE), namun kekhawatiran resesi tetap membayangi. Sementara itu, di Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) terus mengadopsi sikap hawkish, dengan data pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi yang persisten mendukung kelanjutan kenaikan suku bunga. Perbedaan prospek kebijakan moneter ini cenderung mendukung penguatan Dolar AS dibandingkan Pound Sterling. Oleh karena itu, faktor-faktor makroekonomi ini memperparah penyiapan teknis bearish yang terlihat pada grafik harga.

Level Kritis untuk Diperhatikan Trader GBP/USD

Untuk trader, memahami level support dan resistance kunci sangat penting dalam menavigasi volatilitas GBP/USD. EMA 100 hari, yang kini berada di sekitar level 1.2680, berpotensi berubah menjadi resistance dinamis yang kuat. Apabila harga gagal kembali ke atas level ini, tekanan jual kemungkinan akan berlanjut. Level support terdekat yang harus diperhatikan adalah 1.2600, diikuti oleh 1.2550. Penembusan di bawah 1.2550 dapat membuka jalan menuju area 1.2500 atau bahkan lebih rendah, mengingat momentum bearish yang berkembang. Sebaliknya, upaya penguatan yang berhasil menembus dan bertahan di atas EMA 100 hari mungkin meredakan tekanan bearish jangka pendek dan memicu pemulihan ke arah 1.2750 atau 1.2800.

Pergerakan GBP/USD selanjutnya akan sangat tergantung pada rilis data ekonomi mendatang dari kedua negara, terutama laporan inflasi dan keputusan kebijakan moneter. Sentimen risiko global juga akan memainkan peran penting, dengan ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran pertumbuhan global yang dapat mendorong permintaan safe-haven Dolar AS. Dengan demikian, para pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada dan menyesuaikan strategi perdagangan mereka sesuai dengan perkembangan terbaru.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, GBP/USD menunjukkan prospek bearish yang kuat, didukung oleh penembusan di bawah EMA 100 hari dan indikator teknis lainnya, serta perbedaan kebijakan moneter antara BoE dan The Fed. Trader perlu mewaspadai level support kritis dan rilis data ekonomi mendatang untuk menyesuaikan strategi perdagangan. Pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Kenaikan Suku Bunga BoJ: Peringatan Ueda Akan Risiko Inflasi Artikel Lama → Analisis USD/INR: Rupee Melemah Meski PDB India Kuat

Postingan Lainya