Prakiraan Harga GBP/JPY: Melonjak ke Level Tertinggi Lima Minggu
Dipublikasikan pada: 18 November 2025
Prakiraan Harga GBP/JPY: Melonjak ke Level Tertinggi Lima Minggu Dekati 204.50
Pasangan mata uang GBP/JPY baru-baru ini menarik perhatian pasar setelah mencetak rekor tertinggi lima minggu mendekati level 204.50. Kenaikan signifikan ini memicu diskusi hangat di kalangan analis mengenai prospek jangka pendek dan menengah pasangan mata uang ini. Prakiraan harga GBP/JPY menunjukkan sentimen bullish yang kuat, didorong oleh perbedaan kebijakan moneter dan faktor-faktor makroekonomi lainnya yang mendukung pound Inggris terhadap yen Jepang.
Faktor Pendorong Reli GBP/JPY Menuju 204.50
Beberapa katalis utama mendorong lonjakan GBP/JPY ke level tertinggi lima minggu. Pertama, divergensi kebijakan moneter antara Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ) tetap menjadi pendorong utama. BoE cenderung mempertahankan sikap yang relatif hawkish, terutama mengingat inflasi Inggris yang persisten. Sebaliknya, BoJ masih berpegang pada kebijakan moneter ultra-longgar, bahkan setelah penyesuaian suku bunga nominal baru-baru ini. Ini menciptakan daya tarik besar untuk carry trade, di mana investor meminjam dalam mata uang berimbal hasil rendah (JPY) untuk berinvestasi dalam mata uang berimbal hasil tinggi (GBP).
Kedua, sentimen risiko global juga memainkan peran. Kondisi pasar yang stabil atau cenderung optimis seringkali mendukung aset-aset berisiko dan pasangan mata uang yang melibatkan carry trade. Pelemahnya yen Jepang secara keseluruhan terhadap mayoritas mata uang utama dunia turut memperkuat pergerakan naik GBP/JPY. Oleh karena itu, momentum pembelian yang kuat terus terlihat.
Dinamika Kebijakan Moneter BoE dan BoJ
Bank of England menghadapi tekanan inflasi yang tetap tinggi, meskipun sedikit melambat. Para pengambil kebijakan BoE mengisyaratkan kehati-hatian dalam penurunan suku bunga, menyoroti risiko inflasi sekunder. Pasar kini memprediksi bahwa BoE mungkin akan mulai memangkas suku bunga lebih lambat dibandingkan bank sentral utama lainnya, seperti European Central Bank atau bahkan Federal Reserve.
Di sisi lain, Bank of Japan terus menunjukkan keengganan untuk secara signifikan mengetatkan kebijakan moneternya. Meskipun BoJ telah mengakhiri kebijakan suku bunga negatif, suku bunga acuan mereka tetap mendekati nol. Hal ini menjaga yen tetap lemah, karena investor mencari imbal hasil yang lebih baik di tempat lain. Perbedaan besar dalam tingkat suku bunga efektif ini membuat GBP/JPY terus menjadi magnet bagi para investor yang mencari keuntungan dari perbedaan imbal hasil.
Analisis Teknis dan Level Kunci GBP/JPY
Dari perspektif teknis, GBP/JPY berhasil menembus beberapa level resistansi penting, mencapai puncaknya di sekitar 204.50. Momentum positif terlihat jelas pada indikator teknis seperti Relative Strength Index (RSI) dan Moving Average Convergence Divergence (MACD). Penembusan di atas 204.00 membuka jalan menuju target psikologis berikutnya, yaitu 205.00, bahkan mungkin 206.00 dalam jangka pendek.
Level dukungan langsung untuk pasangan ini berada di sekitar 203.00, diikuti oleh 202.50. Jika terjadi koreksi, level-level ini akan menjadi kunci untuk menahan tekanan jual. Namun, selama sentimen bullish tetap dominan dan data ekonomi mendukung, pasangan ini berpotensi melanjutkan kenaikannya. Trader sebaiknya memantau pergerakan harga di sekitar level-level krusial ini.
Kesimpulan
Pasangan GBP/JPY menunjukkan sentimen bullish kuat, melonjak ke level tertinggi lima minggu didorong divergensi kebijakan moneter BoE dan BoJ. Analisis teknis mendukung potensi kenaikan lebih lanjut, namun trader perlu memantau level kunci support dan resistansi. Kondisi ini menarik bagi investor yang mencari peluang dari carry trade dan pelemahan yen.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com