Prediksi AUD JPY: Reli Kuat Pasca-CPI, Uji Level Kritis 101.70

Dipublikasikan pada: 26 November 2025

Prediksi AUD JPY: Reli Kuat Pasca-CPI, Uji Level Kritis 101.70

Pasangan mata uang AUD/JPY terus menunjukkan kekuatan signifikan, membangun reli solid setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Australia yang lebih panas dari perkiraan. Pergerakan ini mendorong harga menuju level krusial 101.70, menempatkan AUD/JPY Price Forecast: Builds on hot Australian CPI-led gains to 101.70; eyes trading range hurdle sebagai fokus utama para pelaku pasar. Reli ini kini berhadapan dengan potensi rintangan dari batas atas rentang perdagangan yang telah terbentuk sebelumnya, menguji kekuatan momentum bullish saat ini.

AUD/JPY: Lanjutan Reli Paska-CPI Australia dan Tantangan Level 101.70

Rilis data CPI Australia untuk kuartal pertama 2024 mengejutkan pasar. Kenaikan 1.0% QoQ melampaui ekspektasi 0.8%. Angka ini memicu spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Bahkan, RBA dapat mempertimbangkan kenaikan lagi jika tekanan inflasi terus berlanjut. Prospek kebijakan moneter RBA yang hawkish berlawanan dengan Bank of Japan (BoJ) yang ultra-dovish. Kondisi ini meningkatkan daya tarik "carry trade" pada AUD/JPY. Investor beralih ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi. Akibatnya, AUD/JPY melonjak tajam, menembus beberapa level resistansi penting, dan kini mengincar level psikologis serta teknis 101.70.

Dampak Inflasi Australia dan Kebijakan RBA

Data inflasi yang kuat dari Australia secara signifikan membentuk ekspektasi pasar terhadap RBA. Sebelum rilis CPI, banyak analis memperkirakan potensi pemangkasan suku bunga pada akhir tahun. Namun, data terbaru telah menggeser narasi tersebut. Pasar kini menunda perkiraan pemotongan suku bunga. Beberapa bahkan mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga kecil. Perbedaan kebijakan moneter antara RBA dan BoJ merupakan pendorong utama di balik pergerakan AUD/JPY. BoJ tetap berkomitmen pada kebijakan moneter longgar, meskipun telah mengakhiri era suku bunga negatifnya. Kebijakan ini menjaga JPY tetap rentan terhadap pasangan mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi.

Analisis Teknis: Menembus Batas Range Perdagangan

Secara teknis, pasangan AUD/JPY telah bergerak dalam rentang perdagangan yang relatif sempit selama beberapa minggu terakhir. Batas atas rentang ini berada di sekitar level 101.70. Penembusan di atas level ini akan menjadi sinyal bullish kuat. Hal ini menunjukkan momentum kenaikan berkelanjutan. Level 101.70 sendiri pernah menjadi puncak resistansi sebelumnya. Saat ini, harga menguji kembali area tersebut. Volume perdagangan meningkat selama pergerakan naik. Hal ini mendukung validitas pergerakan. Indikator momentum juga menunjukkan tren bullish yang kuat. Relative Strength Index (RSI) bergerak di wilayah overbought, namun ini sering terjadi pada tren naik yang kuat. Jika level 101.70 berhasil ditembus secara meyakinkan, target selanjutnya mungkin berada di sekitar 102.50 atau bahkan 103.00. Sebaliknya, kegagalan menembus level ini bisa memicu konsolidasi atau koreksi minor. Level support terdekat berada di 101.00 dan 100.50.

Faktor Pendorong dan Risiko Kedepan

Selain perbedaan kebijakan moneter, sentimen risiko global juga memainkan peran penting. Jika selera risiko pasar tetap tinggi, AUD, sebagai mata uang komoditas, cenderung diuntungkan. Ini akan memberikan dorongan lebih lanjut bagi AUD/JPY. Data ekonomi Jepang yang akan datang, seperti rilis inflasi atau laporan tenaga kerja, juga dapat memengaruhi pergerakan JPY. Namun, perhatian utama akan tertuju pada pernyataan dari pejabat RBA dan BoJ. Pernyataan tersebut dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter masing-masing bank sentral. Kondisi pasar global secara keseluruhan juga perlu dipantau. Setiap perubahan signifikan pada selera risiko atau kondisi likuiditas dapat mempengaruhi dinamika carry trade dan, pada gilirannya, AUD/JPY.

Kesimpulan

Pasangan AUD/JPY menunjukkan kekuatan signifikan didorong data CPI Australia yang mengejutkan dan perbedaan kebijakan moneter RBA-BoJ. Saat ini, harga menguji level krusial 101.70 yang jika berhasil ditembus dapat membuka target lebih tinggi. Kelanjutan momentum bullish sangat bergantung pada keberhasilan penembusan ini serta sentimen risiko global ke depan.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Harga Minyak WTI: Bullish Kuat, Pemicu dan Prospek Trading Artikel Lama → Reli Dolar Kiwi Aussie: USD Tertekan, Prospek Pasar Forex

Postingan Lainya