Prospek Harga Perak: Kenaikan XAG/USD Didorong Kebijakan AS

Dipublikasikan pada: 23 February 2026

Prospek Harga Perak: Kenaikan XAG/USD Didorong Kebijakan AS

Harga perak (XAG/USD) menunjukkan kenaikan awal yang signifikan pada perdagangan hari ini, berhasil mempertahankan momentum positif di tengah gejolak pasar global. Silver Price Forecast: XAG/USD holds early gains driven by US trade policy uncertainty kini menjadi sorotan utama para analis dan investor. Ketidakpastian terkait arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat terus memberikan dorongan substansial bagi logam mulia ini, yang secara historis berfungsi sebagai aset safe-haven. Investor secara aktif mencari perlindungan dari potensi volatilitas dan risiko ekonomi yang mungkin timbul akibat pergeseran kebijakan dagang global.

Dampak Kebijakan Perdagangan AS terhadap Permintaan Safe-Haven Perak

Ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan Amerika Serikat kini menjadi salah satu pendorong utama apresiasi harga perak. Pasar mengkhawatirkan potensi peningkatan tarif atau pemberlakuan pembatasan perdagangan baru. Langkah-langkah tersebut dapat mengganggu rantai pasok global. Selain itu, hal ini juga berpotensi memperlambat laju pertumbuhan ekonomi dunia secara keseluruhan. Dalam kondisi ketidakpastian seperti ini, perak, bersama dengan emas, sering dipandang sebagai lindung nilai yang andal. Logam ini menawarkan perlindungan terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi. Retorika proteksionisme yang meningkat, terutama menjelang siklus pemilihan umum, semakin memperburuk sentimen pasar. Fenomena ini mendorong lebih banyak investor untuk beralih ke aset yang lebih aman, yang pada gilirannya meningkatkan permintaan akan perak.

Analisis Teknis XAG/USD: Level Kritis yang Perlu Diperhatikan

Secara teknis, XAG/USD berhasil bertahan di atas level dukungan penting, seperti sekitar $28.80 per ons. Ini menunjukkan kekuatan bullish yang mendasari dan resistensi terhadap penurunan harga. Level resistensi terdekat berada di sekitar $29.50 per ons, dan penembusan tegas di atasnya dapat membuka jalan menuju target psikologis $30.00. Di sisi lain, level dukungan krusial berikutnya terletak pada $28.50. Penurunan di bawah level ini mungkin menandakan koreksi lebih lanjut atau perubahan sentimen pasar. Indikator momentum, seperti Relative Strength Index (RSI) pada grafik harian, bergerak di wilayah positif. Ini mengisyaratkan bahwa tekanan beli masih dominan. Namun demikian, volume perdagangan perlu dipantau secara ketat untuk mengkonfirmasi keberlanjutan tren kenaikan ini.

Faktor-faktor Makroekonomi Lain yang Mempengaruhi Harga Perak

Selain dinamika kebijakan perdagangan AS, beberapa faktor makroekonomi turut membentuk pergerakan harga perak secara signifikan. Indeks Dolar AS (DXY) memiliki hubungan terbalik yang kuat dengan logam mulia. Pelemahan nilai dolar AS membuat perak lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya. Ini secara alami meningkatkan daya tarik investasi perak. Ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve juga memainkan peran penting. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah umumnya mengurangi biaya peluang kepemilikan aset non-yield seperti perak. Selain itu, data inflasi yang tinggi seringkali mendukung harga perak. Perak berfungsi sebagai lindung nilai efektif terhadap penurunan daya beli mata uang. Terakhir, permintaan industri untuk perak juga sangat signifikan. Perak banyak digunakan dalam teknologi panel surya, elektronik, dan perhiasan. Peningkatan permintaan dari sektor-sektor ini dapat memberikan dorongan tambahan yang kuat bagi harga perak. Oleh karena itu, para investor perlu memantau semua indikator ini secara cermat.

Kesimpulan

Kenaikan harga perak (XAG/USD) didorong kuat oleh ketidakpastian kebijakan perdagangan AS dan perannya sebagai aset safe-haven. Selain level teknis krusial, investor juga harus mencermati faktor makroekonomi seperti Dolar AS, kebijakan Fed, inflasi, dan permintaan industri untuk memahami prospek pergerakan harga perak ke depan.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Volatilitas Harga Brent: Geopolitik & Tarif Picu Gejolak Deutsche Bank Artikel Lama → Mata Uang EM Resilien: BoI & MNB Pangkas Suku Bunga, FX Tetap Kuat

Postingan Lainya