Proyeksi NZD/USD: Dolar Selandia Baru Diprediksi Melampaui 0,60 di 2026
Dipublikasikan pada: 25 May 2026
Dolar Selandia Baru: ING Proyeksikan NZD/USD Melampaui 0,60 pada Paruh Kedua 2026
Bank investasi global, ING, telah merilis analisis yang menarik mengenai prospek jangka menengah Dolar Selandia Baru (NZD). Menurut proyeksi terbaru mereka, Dolar Selandia Baru diperkirakan akan diperdagangkan di atas level 0,60 terhadap Dolar AS pada paruh kedua tahun 2026. Proyeksi ini mengindikasikan pandangan optimistis terhadap NZD, didukung oleh sejumlah faktor fundamental dan pergeseran kebijakan moneter yang diharapkan terjadi dalam dua tahun ke depan.
Analisis ING menyoroti bahwa NZD, yang seringkali sensitif terhadap sentimen risiko global dan harga komoditas, berpotensi mendapatkan momentum signifikan. Pemulihan ekonomi global yang berkelanjutan dan perbedaan jalur kebijakan suku bunga antara Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) dan Federal Reserve (Fed) AS menjadi pilar utama di balik ekspektasi ini. Investor kini mencermati dengan seksama sinyal-sinyal dari kedua bank sentral untuk mengkalibrasi posisi mereka.
Faktor Pendorong Kenaikan Dolar Selandia Baru di Atas 0,60
Beberapa elemen kunci diperkirakan akan menopang apresiasi Dolar Selandia Baru (NZD) di masa mendatang. Pertama, jalur kebijakan moneter RBNZ diperkirakan akan tetap relatif ketat dibandingkan dengan bank sentral negara maju lainnya. Inflasi yang persisten di Selandia Baru mungkin mendorong RBNZ untuk mempertahankan suku bunga pada level yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Hal ini secara alami akan meningkatkan daya tarik NZD sebagai mata uang carry trade.
Kedua, prospek ekonomi global yang membaik juga menjadi angin segar bagi NZD. Sebagai eksportir komoditas utama, Selandia Baru sangat diuntungkan dari peningkatan permintaan global. Pemulihan ekonomi Tiongkok, mitra dagang terbesar Selandia Baru, akan memainkan peran krusial. Permintaan yang kuat dari Tiongkok berpotensi mendorong harga komoditas ekspor Selandia Baru, seperti produk susu dan daging, sehingga meningkatkan neraca perdagangan negara tersebut.
Ketiga, melemahnya Dolar AS secara bertahap juga menjadi bagian dari persamaan. ING berasumsi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya pada tahun 2025 atau 2026. Pelonggaran ini dapat mengurangi yield differential yang saat ini menguntungkan Dolar AS, sehingga mengurangi tekanannya terhadap mata uang pasar maju lainnya, termasuk NZD.
Dinamika Kebijakan Moneter dan Dampaknya pada NZD/USD Menjelang 2H26
Dinamika kebijakan moneter akan menjadi penentu utama pergerakan nilai tukar NZD/USD dalam jangka waktu yang diproyeksikan. RBNZ, seperti banyak bank sentral, menghadapi tantangan menyeimbangkan inflasi dengan pertumbuhan ekonomi. Apabila data ekonomi Selandia Baru terus menunjukkan ketahanan dan inflasi tetap di atas target, kemungkinan RBNZ untuk mempertahankan sikap hawkish akan tetap tinggi. Ini akan memberikan dukungan substansial bagi NZD.
Di sisi lain, Federal Reserve AS mungkin akan menghadapi tekanan untuk mulai memangkas suku bunga jika inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda secara signifikan dan pasar tenaga kerja mulai melambat. Pemangkasan suku bunga Fed akan secara langsung mengurangi daya tarik Dolar AS, memungkinkan NZD untuk mendapatkan pijakan. Pergeseran sentimen pasar dari aset-aset safe-haven ke aset-aset berisiko, seiring dengan membaiknya prospek global, juga akan cenderung menguntungkan NZD.
Analisis ini juga memperhitungkan faktor-faktor risiko seperti ketegangan geopolitik yang berlanjut atau perlambatan tak terduga dalam pertumbuhan ekonomi global. Namun, dengan asumsi dasar pemulihan bertahap dan perbedaan jalur kebijakan moneter yang jelas, proyeksi Dolar Selandia Baru diperdagangkan di atas 0,60 terhadap Dolar AS pada paruh kedua 2026 dari ING menunjukkan potensi penguatan yang signifikan.
Para pelaku pasar akan terus memantau rilis data ekonomi penting dari kedua negara, termasuk laporan inflasi, data pekerjaan, dan pernyataan dari pejabat bank sentral, untuk memvalidasi atau menyesuaikan ekspektasi ini.
Kesimpulan
Analisis ING memproyeksikan Dolar Selandia Baru (NZD) akan diperdagangkan di atas 0,60 terhadap Dolar AS pada paruh kedua 2026. Proyeksi optimis ini didukung oleh kebijakan moneter RBNZ yang cenderung ketat, pemulihan ekonomi global, dan potensi pelemahan Dolar AS. Para pelaku pasar diminta memantau data ekonomi dan sinyal bank sentral untuk memvalidasi ekspektasi ini.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com