Proyeksi USD/JPY: Standard Chartered Ramal Kenaikan Hingga Maret

Dipublikasikan pada: 14 March 2026

Proyeksi USD/JPY: Standard Chartered Ramal Kenaikan Hingga Maret

Standard Chartered telah menyuarakan pandangan optimis terhadap pasangan mata uang USD/JPY, memproyeksikan jalur kenaikan yang berkelanjutan hingga Maret. Analis dari bank global tersebut mengamati potensi penguatan dolar AS terhadap yen Jepang, sebuah pergerakan yang diperkirakan akan didorong oleh dinamika makroekonomi dan kebijakan moneter yang berlaku. Proyeksi ini menggarisbawahi kepercayaan Standard Chartered pada ketahanan dolar AS di tengah ekspektasi pasar yang terus berkembang.

Proyeksi Kenaikan USD/JPY Menuju Maret Menurut Standard Chartered

Pandangan Standard Chartered mengenai "USD/JPY: Higher path eyed into March" didasarkan pada beberapa pilar fundamental. Pertama, perbedaan kebijakan moneter antara Federal Reserve (The Fed) dan Bank of Japan (BoJ) tetap menjadi faktor dominan. The Fed, meskipun mungkin mengindikasikan pemotongan suku bunga di masa depan, tetap mempertahankan narasi yang relatif ketat dibandingkan dengan pendekatan ultra-longgar BoJ. Sementara pasar terus berspekulasi mengenai potensi penyesuaian kebijakan BoJ, bank sentral Jepang ini belum menunjukkan sinyal konkret untuk mengubah sikapnya secara drastis dalam waktu dekat. Situasi ini menciptakan lingkungan yang mendukung diferensial suku bunga positif bagi dolar AS, mendorong investor untuk mencari imbal hasil lebih tinggi.

Selanjutnya, data ekonomi Amerika Serikat secara umum menunjukkan ketahanan. Pasar tenaga kerja AS tetap kuat, sementara inflasi, meskipun moderat, masih berada di atas target 2% The Fed. Data-data ini mengurangi tekanan bagi The Fed untuk segera melakukan pemotongan suku bunga yang agresif. Sebaliknya, ekonomi Jepang masih menghadapi tantangan deflasi dan pertumbuhan yang lambat, membatasi ruang gerak BoJ untuk menormalisasi kebijakan moneternya.

Faktor Pendorong Penguatan Dolar AS Terhadap Yen Jepang

Penguatan dolar AS terhadap yen Jepang juga ditopang oleh sentimen pasar global. Dalam periode ketidakpastian ekonomi atau geopolitik, dolar AS sering berfungsi sebagai mata uang safe-haven pilihan utama. Namun, dalam konteks saat ini, penguatan dolar lebih banyak berasal dari perbedaan imbal hasil. Trader dan investor cenderung melakukan carry trade, yaitu meminjam dalam mata uang dengan suku bunga rendah (Yen) untuk berinvestasi dalam mata uang dengan suku bunga tinggi (Dolar AS). Praktek ini secara alami meningkatkan permintaan terhadap dolar AS dan menekan nilai yen.

Standard Chartered kemungkinan juga mempertimbangkan aliran modal dan posisi spekulatif. Jika sentimen bullish terhadap dolar AS terus berlanjut, posisi beli (long) pada USD/JPY kemungkinan akan meningkat. Hal ini bisa menciptakan momentum tambahan untuk kenaikan, terutama jika ada rilis data ekonomi penting yang memperkuat narasi perbedaan kebijakan antara kedua negara.

Implikasi Data Ekonomi dan Pernyataan Bank Sentral

Pergerakan USD/JPY dalam beberapa bulan ke depan akan sangat sensitif terhadap rilis data ekonomi kunci. Di Amerika Serikat, perhatian akan tertuju pada laporan inflasi (CPI, PCE), data pekerjaan (Non-Farm Payrolls), dan angka pertumbuhan PDB. Setiap data yang menunjukkan ekonomi AS lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat posisi dolar AS. Di Jepang, BoJ akan terus diawasi ketat. Pernyataan dari Gubernur BoJ Kazuo Ueda atau anggota dewan lainnya mengenai inflasi, upah, atau prospek ekonomi akan menjadi penentu penting. Perubahan mendadak dalam retorika BoJ dapat mengubah dinamika pasangan ini secara signifikan. Meskipun demikian, konsensus pasar saat ini adalah bahwa BoJ akan tetap berhati-hati dalam menavigasi keluar dari kebijakan ultra-longgar mereka.

Kesimpulan

Standard Chartered memproyeksikan kenaikan USD/JPY hingga Maret, didukung oleh perbedaan kebijakan moneter AS dan Jepang serta ketahanan ekonomi AS. Pergerakan pasangan ini akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi kunci dan pernyataan bank sentral ke depan.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Dinamika Harga Minyak Global: Ancaman Stagflasi & Dolar Kuat Artikel Lama → Guncangan Pasokan Minyak: Perang Terus Topang Harga Global

Postingan Lainya