Risiko EUR/USD: ING Proyeksikan Penurunan Signifikan Menuju 1.150
Dipublikasikan pada: 12 March 2026
Analis strategis dari ING Group baru-baru ini menyoroti potensi risiko penurunan yang signifikan untuk pasangan mata uang EUR/USD. Dalam laporan terbaru mereka, ING secara spesifik memfokuskan perhatian pada level krusial 1.150 sebagai target potensial di tengah tekanan jual yang terus membayangi. Pandangan ini muncul di tengah lanskap ekonomi global yang penuh tantangan dan divergensi kebijakan moneter antara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve (The Fed) yang semakin melebar.
Faktor-faktor Pendorong Risiko Penurunan EUR/USD
Tekanan jual pada EUR/USD sebagian besar dipicu oleh perbedaan fundamental antara kedua ekonomi dan bank sentral. Di satu sisi, Federal Reserve AS terus mengadopsi sikap yang sangat hawkish, menerapkan kenaikan suku bunga agresif untuk memerangi inflasi yang tinggi. Hal ini secara signifikan meningkatkan daya tarik aset berbasis Dolar AS, memperkuat mata uang tersebut sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian global.
Di sisi lain, Zona Euro menghadapi tantangan ekonomi yang lebih berat. Krisis energi, terutama yang berkaitan dengan pasokan gas dari Rusia, telah meningkatkan prospek resesi. Inflasi di Eurozone memang tinggi, namun prospek pertumbuhan yang suram membuat ECB berada dalam posisi yang dilematis. Meskipun ECB telah mulai menaikkan suku bunga, laju dan skala kenaikannya cenderung lebih hati-hati dibandingkan The Fed. Perbedaan suku bunga ini, atau yang dikenal sebagai diferensial suku bunga, menjadi faktor utama yang menekan nilai Euro terhadap Dolar AS.
Selain itu, data ekonomi dari Zona Euro seringkali menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Indeks manajer pembelian (PMI) dan sentimen bisnis sering kali datang di bawah ekspektasi, menambah kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi kawasan tersebut. Investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman, dan Dolar AS secara tradisional menjadi pilihan utama dalam skenario seperti ini.
Analisis ING: Proyeksi Risiko Penurunan EUR/USD Menuju 1.150
Menurut analisis ING, kombinasi faktor fundamental dan teknikal mengindikasikan bahwa level 1.150 bukan hanya sekadar target arbitrer, melainkan level dukungan psikologis dan historis yang signifikan. Jika tekanan jual terus berlanjut dan level dukungan kunci saat ini gagal bertahan, 1.150 dapat menjadi pemberhentian berikutnya yang sangat mungkin diuji.
Para analis ING menyarankan bahwa pasar belum sepenuhnya memperhitungkan dampak penuh dari krisis energi di Eropa dan potensi resesi yang lebih dalam. Kekhawatiran geopolitik juga tetap menjadi faktor pendorong utama bagi kekuatan Dolar AS. Laporan ING menyoroti bahwa sentimen pasar secara keseluruhan masih sangat didominasi oleh kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi resesi global, yang keduanya cenderung mendukung Dolar AS.
Penting untuk dicatat bahwa pergerakan menuju 1.150 tidak akan terjadi dalam garis lurus. Volatilitas pasar kemungkinan akan tetap tinggi, dengan rilis data ekonomi penting dari kedua wilayah berpotensi memicu fluktuasi tajam. Namun demikian, bias keseluruhan untuk EUR/USD tetap mengarah pada risiko penurunan yang signifikan, sesuai pandangan ING.
Dampak dan Prospek Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, para pelaku pasar akan sangat memantau rilis data inflasi dan pertumbuhan ekonomi terbaru dari AS dan Zona Euro. Pernyataan dari pejabat ECB dan The Fed juga akan menjadi fokus utama untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter. Setiap tanda bahwa The Fed mungkin melambat laju pengetatannya, atau ECB menjadi lebih hawkish, dapat memberikan sedikit dukungan bagi Euro. Namun, skenario ini saat ini tampaknya kurang mungkin terjadi, mengingat narasi ekonomi yang berlaku.
Investor juga akan mengamati perkembangan terbaru terkait krisis energi Eropa, terutama menjelang musim dingin. Eskalasi konflik di Ukraina atau gangguan pasokan energi lebih lanjut berpotensi memperdalam tekanan pada Euro, mempercepat pergerakan menuju level target ING di 1.150.
Kesimpulan
Analisis ING Group mengindikasikan risiko penurunan signifikan untuk pasangan EUR/USD, dengan level 1.150 sebagai target potensial. Tekanan ini dipicu oleh divergensi kebijakan moneter antara The Fed yang hawkish dan ECB yang hati-hati, ditambah tantangan ekonomi Zona Euro seperti krisis energi. Investor perlu mewaspadai data ekonomi dan perkembangan geopolitik yang dapat mempercepat pergerakan menuju target tersebut.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com