Silver extends losses as hawkish Fed, ceasefire curb demand

Dipublikasikan pada: 21 June 2026

Silver extends losses as hawkish Fed, ceasefire curb demand

Perak Terus Merosot karena The Fed yang Hawkish dan Gencatan Senjata Menekan Permintaan

Harga perak terus memperpanjang kerugiannya di pasar komoditas global, dengan dua faktor utama menekan sentimen investor: sinyal hawkish dari Federal Reserve Amerika Serikat dan potensi meredanya ketegangan geopolitik melalui gencatan senjata. Kondisi ini secara kolektif menekan permintaan terhadap logam mulia ini, mendorong harganya semakin rendah dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Dampak Kebijakan Hawkish The Fed terhadap Pasar Perak

Federal Reserve telah secara konsisten mempertahankan sikap hawkish-nya, mengisyaratkan bahwa suku bunga mungkin akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Retorika ini diperkuat oleh data ekonomi AS yang relatif kuat, yang memberikan ruang bagi bank sentral untuk menunda pelonggaran moneter. Akibatnya, dolar AS menguat, membuat komoditas yang dihargai dalam dolar, seperti perak, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Selain itu, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset non-penghasil imbal hasil seperti perak. Investor cenderung beralih ke obligasi atau instrumen keuangan lain yang menawarkan keuntungan yang lebih menarik dalam lingkungan suku bunga tinggi. Oleh karena itu, prospek kebijakan moneter yang ketat secara signifikan mengurangi daya tarik perak sebagai investasi, terutama bagi mereka yang mencari diversifikasi atau lindung nilai inflasi.

Gencatan Senjata dan Reduksi Premi Risiko Geopolitik

Di sisi lain, laporan mengenai kemungkinan gencatan senjata atau meredanya konflik di beberapa wilayah geopolitik juga berkontribusi pada penurunan harga perak. Secara historis, perak dan emas berfungsi sebagai aset 'safe haven' yang dicari investor di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi. Ketika ketegangan mereda atau ada tanda-tanda de-eskalasi, permintaan untuk aset safe haven cenderung menurun.

Sebagai contoh, setiap kemajuan menuju stabilitas di wilayah konflik yang signifikan dapat mengurangi premi risiko di pasar global. Ini mendorong investor untuk keluar dari aset perlindungan dan beralih ke aset yang lebih berisiko namun berpotensi memberikan keuntungan lebih tinggi. Oleh karena itu, prospek gencatan senjata mereduksi salah satu pilar utama dukungan harga bagi perak dalam beberapa periode terakhir.

Prospek Perak di Tengah Tekanan Permintaan yang Menurun

Kombinasi antara kebijakan The Fed yang hawkish dan potensi gencatan senjata menciptakan lingkungan yang menantang bagi perak. Permintaan investasi untuk perak, yang seringkali didorong oleh kekhawatiran inflasi atau ketidakpastian global, kini menghadapi tekanan ganda. Pasar terus mencermati pernyataan dari pejabat Fed dan perkembangan geopolitik, mencari petunjuk mengenai arah kebijakan dan stabilitas global di masa mendatang.

Sementara itu, permintaan industri untuk perak, yang digunakan dalam banyak aplikasi teknologi seperti panel surya dan elektronik, juga menghadapi tantangan. Perlambatan ekonomi global, yang bisa menjadi konsekuensi dari suku bunga tinggi, dapat menghambat pertumbuhan sektor-sektor ini. Oleh karena itu, para analis pasar memantau dengan seksama data manufaktur dan indikator ekonomi makro untuk menilai prospek permintaan fisik perak di tengah sentimen pasar yang bearish ini.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Why Japan's $70 billion-plus intervention and a rate hike didn't prop up the yen more Artikel Lama → Canadian Dollar languishes near April 2025 low amid weak Retail Sales and lower Oil prices

Postingan Lainya