Silver price climbs on geopolitical jitters, faces drag from higher yields
Dipublikasikan pada: 28 March 2026
Harga Perak Mendaki Akibat Ketegangan Geopolitik, Namun Tertekan Imbal Hasil Obligasi yang Lebih Tinggi
Harga perak menunjukkan kenaikan signifikan seiring dengan memanasnya kekhawatiran geopolitik global. Namun, logam mulia ini secara bersamaan menghadapi hambatan serius dari imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, menciptakan dinamika pasar yang kompleks. Investor mencari perlindungan di aset-aset safe-haven seperti perak di tengah ketidakpastian, sementara peningkatan daya tarik obligasi bertenor panjang menekan daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Faktor Geopolitik Dorong Permintaan Safe-Haven Terhadap Perak
Ketegangan geopolitik global, termasuk konflik yang berkepanjangan dan ketidakpastian politik di berbagai kawasan, mendorong investor untuk mencari aset yang dianggap aman. Perak, bersama dengan emas, secara tradisional berfungsi sebagai penyimpan nilai di masa krisis. Eskalasi konflik di Timur Tengah, serta ketidakpastian seputar stabilitas ekonomi global, meningkatkan sentimen kehati-hatian. Akibatnya, permintaan terhadap perak sebagai aset pelindung nilai melonjak. Investor mengalihkan modal mereka dari aset yang lebih berisiko menuju logam mulia, berharap dapat melindungi daya beli portofolio mereka dari gejolak pasar.
Daya Tarik Perak Terganjal Imbal Hasil Obligasi AS yang Meningkat
Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, khususnya Obligasi Treasury AS, memberikan tekanan signifikan pada harga perak. Imbal hasil yang lebih tinggi membuat obligasi menjadi investasi yang lebih menarik karena menawarkan pengembalian yang dijamin. Ini meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti perak. Ketika imbal hasil obligasi 10 tahun AS melampaui ambang batas tertentu, investor cenderung beralih dari logam mulia ke obligasi. Ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve yang cenderung hawkish, serta data ekonomi AS yang relatif kuat, semakin memicu kenaikan imbal hasil ini. Oleh karena itu, walaupun ketegangan geopolitik mendorong harga perak naik, daya tarik obligasi yang lebih tinggi membatasi potensi kenaikan tersebut.
Dinamika Pasar: Pertarungan Antara Kekhawatiran Geopolitik dan Kebijakan Moneter
Pasar perak saat ini berada dalam tarik-menarik antara dua kekuatan besar: kekhawatiran geopolitik yang memicu permintaan safe-haven dan kebijakan moneter ketat yang mendorong imbal hasil obligasi. Selain itu, kekuatan Dolar AS juga berperan penting. Dolar yang kuat biasanya menekan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut, termasuk perak, karena membuatnya lebih mahal bagi pembeli di luar AS. Permintaan industri terhadap perak juga tetap menjadi faktor pendukung. Penggunaan perak dalam teknologi panel surya, elektronik, dan sektor industri lainnya memberikan dasar bagi permintaan fisik. Namun, sentimen pasar secara keseluruhan tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik terbaru dan data ekonomi makro. Para pelaku pasar terus memantau setiap pengumuman bank sentral dan perkembangan konflik global untuk mendapatkan petunjuk arah selanjutnya.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com