Silver price drops as traders await Fed decision, geopolitical risks mount

Dipublikasikan pada: 17 March 2026

Silver price drops as traders await Fed decision, geopolitical risks mount
Harga Perak Anjlok Menjelang Keputusan The Fed, Risiko Geopolitik Meningkat

Harga perak mengalami penurunan signifikan hari ini, seiring dengan sentimen pasar yang berhati-hati menantikan keputusan Federal Reserve dan meningkatnya risiko geopolitik global. Penurunan harga perak ini mencerminkan kehati-hatian investor yang mencoba menimbang potensi kebijakan moneter AS dan dampaknya terhadap aset safe-haven. Pasar global terlihat menahan diri, memantau dengan seksama setiap indikasi dari bank sentral Amerika Serikat.

Antisipasi Kebijakan The Fed Menekan Harga Perak

Perak, sebagai aset non-yielding, cenderung kurang menarik di tengah prospek suku bunga yang lebih tinggi. Investor kini menantikan hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dan pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell. Ekspektasi pasar terhadap potensi sinyal hawkish dari The Fed telah memicu penguatan Dolar AS. Sebuah Dolar AS yang lebih kuat secara historis menekan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut, termasuk perak. Terlebih lagi, data ekonomi AS yang relatif kuat, seperti inflasi dan angka ketenagakerjaan, memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat. Oleh karena itu, investor mengalihkan fokus mereka dari aset safe-haven seperti perak ke instrumen berpenghasilan tetap yang lebih menarik.

Harga Perak Turun di Tengah Risiko Geopolitik yang Meningkat

Secara tradisional, logam mulia seperti perak dan emas berfungsi sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Namun, dinamika pasar kali ini menunjukkan skenario yang berbeda. Meskipun risiko geopolitik di berbagai belahan dunia terus meningkat, termasuk ketegangan di Timur Tengah dan konflik yang berlanjut di Eropa Timur, efek dukungannya terhadap harga perak tampak terbatas. Banyak investor tampaknya memilih Dolar AS sebagai safe-haven utama. Ini terjadi terutama karena imbal hasil obligasi AS yang tinggi menawarkan daya tarik yang lebih besar. Situasi ini menunjukkan bahwa dominasi kebijakan moneter The Fed kini lebih berpengaruh dibandingkan faktor-faktor geopolitik dalam menentukan arah harga perak.

Dinamika Pasar dan Prospek Jangka Pendek untuk Harga Perak

Penurunan harga perak juga terlihat dari aktivitas perdagangan spot yang melambat. Secara teknikal, perak telah menembus beberapa level dukungan kunci, menambah tekanan jual. Indeks Dolar AS (DXY) terus menguat, mencapai level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir, sehingga semakin membebani harga perak. Investor saat ini mengamati dengan cermat setiap rilis data ekonomi AS berikutnya. Data inflasi dan laporan ketenagakerjaan akan menjadi indikator penting. Pernyataan dari para pejabat Fed juga akan memandu sentimen pasar di masa depan. Selain itu, permintaan industri untuk perak juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Perak memiliki aplikasi luas dalam teknologi dan energi terbarukan, sehingga prospek pertumbuhan sektor-sektor ini dapat mempengaruhi permintaan jangka panjang.

Pasar perak akan tetap bergejolak hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed. Setiap perubahan dalam retorika bank sentral atau perkembangan signifikan dalam situasi geopolitik dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar. Trader dan investor disarankan untuk tetap waspada.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru USD/CHF edges lower as US Dollar softens, SNB and Fed decisions in focus Artikel Lama → Silver: Inventory coverage story builds – TD Securities

Postingan Lainya