Silver Price Forecast: Buyers struggle below the 100-day SMA

Dipublikasikan pada: 27 August 2026

Silver Price Forecast: Buyers struggle below the 100-day SMA

Perkiraan Harga Perak: Pembeli Kesulitan di Bawah SMA 100 Hari

Harga perak (XAG/USD) terus menarik perhatian para pelaku pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dalam analisis terbaru, perkiraan harga perak mengindikasikan bahwa para pembeli kesulitan untuk mendorong harga secara berkelanjutan di atas Simple Moving Average (SMA) 100 hari yang krusial. Situasi ini menunjukkan adanya tekanan jual yang persisten atau setidaknya kurangnya momentum bullish yang meyakinkan untuk komoditas logam mulia ini di pasar.

Dominasi Tekanan Jual di Bawah SMA 100 Hari

Pergerakan harga perak telah berulang kali gagal menembus dan bertahan di atas level SMA 100 hari. Indikator teknis jangka menengah ini, yang saat ini berada di sekitar level $23.50, berfungsi sebagai resistensi dinamis yang kuat. Setiap upaya kenaikan harga perak yang dilakukan oleh para pembeli seringkali berakhir dengan penolakan. Harga kemudian cenderung kembali bergerak ke bawah. Para trader dan investor memantau level ini dengan seksama. Penembusan yang meyakinkan di atasnya dapat memicu perubahan sentimen. Namun, saat ini, SMA 100 hari masih menjadi penghalang signifikan.

Faktor-faktor Fundamental Penghambat Kenaikan Harga Perak

Beberapa faktor makroekonomi turut berkontribusi terhadap kesulitan perak untuk mempertahankan momentum kenaikannya. Penguatan Dolar AS, yang kerap terjadi di tengah prospek kebijakan moneter yang ketat, secara inheren menekan harga komoditas yang dihargai dalam mata uang tersebut. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS membuat aset non-yielding seperti perak menjadi kurang menarik bagi investor. Permintaan akan aset safe-haven juga belum cukup kuat untuk memberikan dorongan substansial. Ini terjadi meskipun ada kekhawatiran geopolitik yang terus-menerus. Sentimen pasar cenderung lebih memilih aset berisiko atau dolar AS sebagai pelindung nilai.

Analisis Teknis: Pembeli Perak Kesulitan Menembus Rata-Rata Bergerak 100 Hari

Dari perspektif analisis teknis, posisi harga perak di bawah SMA 100 hari secara jelas menunjukkan bias bearish jangka menengah. Indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini bergerak di area netral, di bawah level 50. Ini mencerminkan kurangnya kekuatan pembelian yang dominan di pasar. Histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga belum menunjukkan sinyal bullish yang jelas. Bahkan, ia seringkali berada di wilayah negatif. Jika tekanan jual terus berlanjut, level support penting berikutnya bagi perak berada di sekitar $23.00. Penembusan ke bawah level ini berpotensi membuka jalan menuju $22.70 dan $22.50, menandakan fase penurunan lebih lanjut.

Prospek Jangka Pendek dan Level Kritis yang Harus Dipantau

Agar prospek perak dapat berubah menjadi lebih positif, sangat penting bagi harga untuk menembus dan bertahan di atas SMA 100 hari di $23.50. Penutupan harian di atas level ini akan menjadi sinyal bullish awal. Level resistensi berikutnya yang harus diperhatikan berada di $23.80 dan kemudian $24.00. Penembusan meyakinkan di atas $24.00 dapat membuka potensi kenaikan lebih lanjut. Sebaliknya, jika harga perak terus tertahan di bawah SMA 100 hari, tekanan bearish akan tetap mendominasi pasar. Investor dan trader harus terus memantau data ekonomi utama, kebijakan bank sentral, serta pergerakan Dolar AS dan imbal hasil obligasi. Faktor-faktor ini akan menjadi penentu utama arah harga perak dalam waktu dekat.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Japanese Yen: Range-bound against US Dollar as markets price BoJ hike – Scotiabank Artikel Lama → Forex Today: US Dollar firms ahead of Jackson Hole

Postingan Lainya