Silver Price Forecast: Rebounds towards $60, but lower-low structure holds

Dipublikasikan pada: 10 July 2026

Silver Price Forecast: Rebounds towards $60, but lower-low structure holds

Harga perak kembali menjadi sorotan para pelaku pasar dan analis. Di tengah volatilitas yang tak henti, prospek komoditas logam mulia ini menunjukkan adanya sinyal yang kontradiktif. Sebuah analisa terbaru mengenai Silver Price Forecast: Rebounds towards $60, but lower-low structure holds, mengindikasikan bahwa meskipun ada potensi pemulihan harga yang signifikan, struktur tren penurunan jangka panjang (lower-low structure) masih menjadi bayang-bayang yang perlu diperhitungkan.

Potensi Rebound Harga Perak: Menuju Level Krusial

Setelah periode tekanan jual yang cukup intensif, harga perak kini menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Kondisi pasar yang oversold secara teknikal menjadi pemicu utama bagi potensi rebound. Para investor mencermati bahwa perak mungkin sedang membentuk dasar jangka pendek, membuka jalan bagi pergerakan naik yang substansial. Beberapa analis melihat target ambisius, dengan proyeksi rebound yang secara teoritis dapat bergerak menuju level $60. Namun, untuk saat ini, fokus utama adalah menembus level resistensi terdekat, seperti $24 dan $25 per ons troy. Dorongan ini bisa berasal dari pelemahan dolar AS sesaat, aksi short covering, atau pergeseran sentimen pasar yang sementara.

Pelemahan indeks dolar AS (DXY) seringkali memberikan angin segar bagi komoditas yang diperdagangkan dalam dolar, termasuk perak. Selain itu, peningkatan permintaan industri dari sektor teknologi hijau juga dapat memberikan dukungan fundamental. Pasar sedang memantau data ekonomi global dengan cermat. Reaksi terhadap laporan inflasi atau data manufaktur dapat menjadi katalisator bagi pergerakan harga perak dalam waktu dekat. Oleh karena itu, potensi kenaikan menuju level resistensi penting tetap ada, meskipun target yang lebih tinggi seperti $60 masih dianggap sebagai skenario jangka panjang yang sangat spekulatif.

Struktur Lower-Low Tetap Bertahan: Bayangan Jangka Panjang Harga Perak

Meskipun potensi rebound cukup menarik, struktur harga perak saat ini masih menunjukkan tren penurunan. Analisis teknikal menunjukkan bahwa harga perak secara konsisten menciptakan titik terendah baru yang lebih rendah (lower-lows) dan titik tertinggi baru yang lebih rendah (lower-highs). Kondisi ini mengonfirmasi bahwa tekanan jual jangka panjang masih mendominasi pasar. Oleh karena itu, Silver Price Forecast: Rebounds towards $60, but lower-low structure holds, menekankan bahwa kenaikan harga, sekonvertibel apapun, belum tentu membatalkan tren bearish yang lebih besar.

Berbagai faktor makroekonomi turut berkontribusi pada berlanjutnya struktur lower-low ini. Kebijakan moneter ketat dari bank sentral utama, terutama Federal Reserve AS, terus menopang kekuatan dolar. Dolar yang kuat umumnya menekan harga komoditas. Selain itu, kekhawatiran resesi global atau perlambatan ekonomi juga mengurangi permintaan investasi pada aset-aset safe-haven seperti perak. Sampai perak berhasil menembus dan bertahan di atas level resistensi signifikan secara struktural, seperti $27 atau bahkan $30, prospek jangka menengahnya cenderung tetap dibayangi oleh tekanan jual. Investor perlu berhati-hati dan mengamati konfirmasi tren sebelum mengambil posisi jangka panjang.

Faktor Fundamental dan Geopolitik yang Mempengaruhi Harga Perak

Perak merupakan logam unik karena perannya sebagai logam mulia dan juga komoditas industri. Permintaan industri, terutama dari panel surya dan kendaraan listrik, terus bertumbuh. Namun, permintaan investasi seringkali lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga dan sentimen pasar global. Kebijakan moneter yang hawkish oleh bank sentral cenderung meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak. Sebaliknya, harapan penurunan suku bunga dapat memicu minat investor pada logam mulia.

Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik juga bisa menjadi pendorong atau penghambat harga perak. Eskalasi konflik atau ketegangan ekonomi antarnegara dapat memicu permintaan safe-haven, mendukung harga perak. Namun, jika ketegangan tersebut mereda atau pasar menemukan stabilitas, fokus kembali pada fundamental yang kurang mendukung dapat menekan harga. Dengan demikian, pergerakan harga perak akan terus menjadi permainan tarik ulur antara potensi permintaan industri, sentimen safe-haven, dan kondisi makroekonomi global yang lebih luas.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Gold recovers above $4,100 as traders assess US-Iran conflict Artikel Lama → Japanese Yen rallies against weaker USD amid looming intervention risks

Postingan Lainya