Silver Price Forecast: XAG/USD plunges 5% as momentum indicators turn bearish

Dipublikasikan pada: 29 September 2026

Silver Price Forecast: XAG/USD plunges 5% as momentum indicators turn bearish
Prediksi Harga Perak: <a href="https://ea.chaosinlife.com" target="_blank" rel="nofollow noopener">XAG/USD</a> Anjlok 5% Saat Indikator Momentum Berbalik Bearish

Prediksi Harga Perak: XAG/USD Anjlok 5% Saat Indikator Momentum Berbalik Bearish

Harga perak (XAG/USD) mengalami tekanan jual yang signifikan pekan ini, anjlok sekitar 5% dari puncaknya, memicu kekhawatiran di kalangan investor dan analis pasar. Penurunan tajam ini terjadi seiring dengan sinyal jelas bahwa indikator momentum telah berbalik bearish, menunjukkan potensi tekanan jual lebih lanjut di pasar logam mulia. Prediksi Harga Perak: XAG/USD Anjlok 5% Saat Indikator Momentum Berbalik Bearish, kini menjadi topik hangat yang mendominasi diskusi analisis teknikal dan fundamental.

XAG/USD Tertekan: Analisis Mendalam Penurunan 5% dan Sinyal Bearish

Penurunan dramatis XAG/USD sebesar 5% bukanlah kejadian terisolasi. Ini merupakan respons terhadap kombinasi beberapa faktor makroekonomi dan teknikal. Secara teknikal, indikator kekuatan relatif (RSI) perak baru saja menembus di bawah angka 50, sebuah sinyal yang umumnya diinterpretasikan sebagai pergeseran dari sentimen bullish ke bearish. Selain itu, Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga menunjukkan persilangan bearish, mengindikasikan bahwa momentum kenaikan sebelumnya telah pudar dan tekanan jual mulai menguat.

Harga perak kini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan jangka pendeknya, menambah bobot pada pandangan bearish. Penembusan level-level support kunci dapat mempercepat penurunan ini, mendorong investor untuk melakukan lindung nilai atau keluar dari posisi mereka. Oleh karena itu, investor disarankan untuk memantau dengan cermat pergerakan harga dan volume perdagangan.

Faktor-faktor Pendorong Anjloknya Harga Perak

Beberapa faktor fundamental turut berkontribusi terhadap pelemahan perak. Pertama, penguatan Indeks Dolar AS (DXY) secara signifikan meningkatkan biaya perak bagi pemegang mata uang asing, sehingga mengurangi daya tariknya. Dolar AS cenderung menguat di tengah harapan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau menunda pemotongan suku bunga.

Kedua, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga memberikan tekanan. Aset tanpa imbal hasil seperti perak menjadi kurang menarik ketika obligasi menawarkan pengembalian yang lebih tinggi. Investor beralih ke obligasi yang memberikan pendapatan tetap, meninggalkan logam mulia.

Ketiga, sentimen risiko pasar global turut memainkan peran. Ketika pasar cenderung risk-off, kadang-kadang investor beralih ke dolar AS sebagai aset safe-haven utama, bukan perak atau emas. Terakhir, aksi ambil untung (profit-taking) setelah periode kenaikan harga yang cukup signifikan juga menjadi pemicu alami koreksi harga.

Level Teknis Kritis untuk XAG/USD

Melihat grafik harian, perak menghadapi tantangan di level support kritis. Level $28.00 per ons Troy merupakan area psikologis dan teknis yang penting. Penembusan di bawah level ini dapat membuka jalan bagi penurunan lebih lanjut menuju $27.50 atau bahkan $27.00. Level-level ini akan menjadi fokus perhatian bagi para trader yang mencari peluang entri.

Di sisi lain, untuk membatalkan sinyal bearish saat ini, XAG/USD perlu menembus dan bertahan di atas level resistance $29.00, diikuti oleh $29.50. Pergerakan di atas level tersebut akan mengindikasikan kembalinya minat beli dan potensi pembalikan tren. Namun, saat ini, dominasi penjual masih sangat terasa di pasar perak.

Prospek Jangka Pendek di Tengah Volatilitas Pasar

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi makro AS, terutama inflasi dan data pekerjaan, yang dapat memengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve. Pidato dari pejabat The Fed juga akan dicermati untuk petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga. Permintaan industri untuk perak, yang mencakup sektor elektronik dan energi hijau, juga akan terus dipantau, meskipun sentimen makro saat ini lebih mendominasi pergerakan harga.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

Artikel Lama → Whole Foods co-founder shares tips for launching a successful second act: 'I'm relearning some lessons'

Postingan Lainya