Silver Price Forecast: XAG/USD plunges near 5% on firm USD

Dipublikasikan pada: 18 February 2026

Silver Price Forecast: XAG/USD plunges near 5% on firm USD

Prakiraan Harga Perak: XAG/USD Anjlok Mendekati 5% Akibat Penguatan Dolar AS

Pasar komoditas global kembali menjadi sorotan hari ini setelah harga perak, yang direpresentasikan oleh pasangan XAG/USD, mengalami penurunan signifikan. Komoditas logam mulia ini anjlok mendekati 5% dalam sesi perdagangan, sebagian besar didorong oleh penguatan Dolar Amerika Serikat (USD) yang berkelanjutan. Penurunan tajam ini memicu kekhawatiran baru di kalangan investor serta analis pasar mengenai prospek jangka pendek dan menengah untuk perak.

Analisis Penurunan Harga Perak: XAG/USD Tertekan Dolar yang Solid

Penurunan dramatis harga perak mencerminkan hubungan terbalik klasik antara komoditas yang dihargai dalam Dolar AS dan kekuatan mata uang itu sendiri. Ketika Dolar AS menguat, perak menjadi lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain, yang pada gilirannya dapat menekan permintaan dan harganya. Hari ini, tekanan jual yang intens terlihat pada XAG/USD, mendorongnya menembus beberapa level support kunci. Sentimen pasar secara keseluruhan juga tampak condong ke arah aset safe-haven yang terkait dengan Dolar AS.

Data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, ditambah dengan retorika hawkish dari pejabat Federal Reserve, telah memicu ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Ekspektasi ini semakin memperkuat Dolar AS. Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mengalami kenaikan, membuat aset berpendapatan tetap menjadi lebih menarik dibandingkan komoditas yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak. Akibatnya, arus modal bergeser dari pasar komoditas menuju aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Faktor Pendorong Penguatan Dolar AS dan Dampaknya pada Komoditas

Penguatan Dolar AS didukung oleh beberapa faktor fundamental. Pertama, perbedaan suku bunga yang semakin melebar antara Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya. Federal Reserve telah mengambil langkah agresif dalam menaikkan suku bunga. Kedua, data ekonomi AS terbaru, termasuk angka inflasi dan laporan pasar tenaga kerja, menunjukkan ketahanan ekonomi. Hal ini memperkuat pandangan bahwa The Fed mungkin perlu mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Sementara itu, ketidakpastian geopolitik global juga mendukung Dolar AS sebagai aset safe-haven. Dalam periode ketidakpastian ini, investor cenderung beralih ke aset yang dianggap paling aman. Dolar AS secara tradisional memenuhi kriteria tersebut. Kondisi ini memperburuk prospek perak, yang selain berfungsi sebagai logam mulia, juga memiliki komponen industri signifikan yang sensitif terhadap kondisi ekonomi global.

Prospek Teknikal untuk XAG/USD Setelah Penurunan Tajam

Dari perspektif teknikal, penurunan mendekati 5% ini sangat signifikan. XAG/USD kini telah menembus di bawah level support psikologis dan teknis penting. Level support terdekat selanjutnya yang harus diperhatikan oleh para pedagang kemungkinan berada di sekitar $22.50 per ons, dan kemudian $22.00. Penembusan di bawah level ini dapat membuka jalan bagi penurunan lebih lanjut. Indikator momentum juga menunjukkan kondisi oversold dalam jangka pendek. Namun, hal ini belum tentu menandakan pembalikan harga yang segera. Harga perak memerlukan katalis positif yang kuat untuk memulihkan momentum naiknya.

Koreksi ini menunjukkan dominasi sentimen negatif yang kuat. Para pedagang serta investor disarankan untuk memantau dengan cermat perkembangan data ekonomi AS yang akan datang. Perubahan dalam ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve berpotensi memicu volatilitas lebih lanjut di pasar perak. Analisis yang cermat terhadap dinamika Dolar AS tetap krusial dalam membentuk prakiraan harga perak ke depan.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Potomac River sewage spill: Trump says Democrats need to ask for his help Artikel Lama → Anthropic releases Claude Sonnet 4.6, continuing breakneck pace of AI model releases

Postingan Lainya