Silver Price Forecast: XAG/USD struggles to build momentum above $60.00
Dipublikasikan pada: 23 July 2026
Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, proyeksi harga perak menunjukkan bahwa pasangan XAG/USD berjuang membangun momentum di atas level krusial $60.00. Logam mulia ini menghadapi tantangan signifikan untuk mempertahankan kenaikan, dengan sentimen pasar yang berhati-hati dan faktor makroekonomi global yang memberikan tekanan. Meskipun sempat menunjukkan upaya untuk menembus batas psikologis tersebut, perak kesulitan mendapatkan pijakan yang kuat. Hal ini mengindikasikan adanya ketidakpastian di kalangan investor serta kurangnya katalisator yang kuat untuk kenaikan berkelanjutan.
Analisis Teknis: Hambatan Krusial XAG/USD di Atas $60.00
Secara teknis, level $60.00 telah terbukti menjadi zona resistensi yang tangguh bagi XAG/USD. Setiap kali harga mendekati atau mencoba menembus level ini, tekanan jual segera muncul. Indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di zona netral, menunjukkan kurangnya momentum beli yang kuat. Rata-rata pergerakan jangka pendek juga gagal memberikan dukungan yang cukup untuk mendorong harga lebih tinggi. Untuk membangun momentum yang berkelanjutan, perak perlu menunjukkan penutupan harian yang meyakinkan di atas $60.00. Kegagalan untuk melakukannya akan terus membuat XAG/USD berjuang membangun momentum di atas $60.00, dan membuka peluang koreksi ke level dukungan yang lebih rendah, misalnya di sekitar $58.50 atau $57.00.
Faktor Makroekonomi Menekan Prospek Perak
Beberapa faktor makroekonomi global berkontribusi pada kesulitan perak. Kekhawatiran inflasi yang mereda di beberapa negara maju mengurangi daya tarik perak sebagai lindung nilai inflasi. Selain itu, kebijakan moneter bank sentral utama, terutama Federal Reserve AS, menjadi fokus utama. Antisipasi kenaikan suku bunga lebih lanjut atau kebijakan pengetatan lainnya membuat aset tanpa imbal hasil seperti perak menjadi kurang menarik. Data manufaktur global yang bervariasi juga memengaruhi permintaan industri perak, mengingat perak memiliki aplikasi ganda sebagai logam mulia dan komoditas industri. Permintaan industri yang lesu dapat membatasi potensi kenaikan harga.
Peran Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi
Pergerakan Dolar AS (USD) dan imbal hasil obligasi pemerintah AS memainkan peran krusial dalam dinamika harga perak. Dolar AS yang menguat cenderung menekan harga perak karena membuat komoditas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi AS mengurangi daya tarik logam mulia. Investor cenderung beralih ke obligasi yang menawarkan pengembalian lebih tinggi, menjauh dari aset non-penghasil bunga seperti perak. Dengan ekspektasi pengetatan moneter, baik dolar AS maupun imbal hasil obligasi dapat terus menjadi penghalang bagi kenaikan signifikan harga perak dalam waktu dekat. Stabilitas atau pelemahan signifikan pada kedua faktor ini diperlukan untuk memberikan ruang gerak bagi XAG/USD.
Sentimen Pasar dan Aliran Modal
Sentimen pasar terhadap perak saat ini cenderung netral hingga sedikit bearish. Investor terlihat ragu-ragu untuk mengambil posisi beli besar-besaran di atas $60.00. Aliran modal ke Exchange Traded Funds (ETF) berbasis perak menunjukkan pola yang bervariasi, tanpa adanya akumulasi signifikan yang dapat menopang harga. Pedagang komoditas juga tampak berhati-hati, seringkali mengambil keuntungan setiap kali harga mendekati resistensi kunci. Ini mencerminkan kurangnya keyakinan jangka panjang terhadap kemampuan perak untuk mempertahankan level yang lebih tinggi. Pembeli baru membutuhkan katalisator fundamental yang kuat atau perubahan signifikan dalam prospek ekonomi global untuk berani mendorong harga melewati batas resistensi ini secara berkelanjutan.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com