US Dollar: Risk-off support and DXY downside risks – Scotiabank
Dipublikasikan pada: 17 July 2026
Dolar AS terus menjadi sorotan utama di pasar keuangan global. Menurut analisis terbaru dari Scotiabank, mata uang ini menunjukkan dukungan signifikan sebagai aset 'risk-off' di tengah ketidakpastian pasar. Namun, di sisi lain, Indeks Dolar AS (DXY) juga menghadapi risiko penurunan yang patut diwaspadai. Pernyataan Scotiabank ini menyoroti dinamika kompleks yang mempengaruhi kinerja Dolar AS, yang bertindak sebagai tempat berlindung aman sekaligus menghadapi tekanan dari berbagai faktor makroekonomi.
Dolar AS: Peran 'Risk-Off' di Tengah Gejolak Pasar
Ketika volatilitas pasar meningkat, investor secara alami mencari aset yang lebih aman. Dalam skenario ini, Dolar AS seringkali menjadi pilihan utama. Peran 'risk-off' dolar mengacu pada kemampuannya untuk menguat saat selera risiko global menurun. Ini terutama disebabkan oleh statusnya sebagai mata uang cadangan dunia dan likuiditasnya yang tak tertandingi. Ketidakpastian geopolitik, kekhawatiran resesi global, dan inflasi yang persisten seringkali mendorong investor beralih ke obligasi pemerintah AS dan instrumen berdenominasi dolar lainnya. Akibatnya, permintaan terhadap dolar meningkat, mendukung nilainya.
Selain itu, lingkungan suku bunga tinggi di Amerika Serikat, yang dipertahankan oleh Federal Reserve, semakin memperkuat daya tarik dolar. Investor asing mencari imbal hasil yang lebih baik, sehingga mengalirkan modal ke pasar AS. Kondisi ini memberikan fondasi yang kuat bagi dukungan 'risk-off' dolar, bahkan ketika prospek ekonomi global terlihat suram. Scotiabank mencatat bahwa dukungan ini kemungkinan akan berlanjut selama ketidakpastian ekonomi makro masih dominan.
Analisis Scotiabank: Menimbang Dukungan 'Risk-Off' dan Risiko Penurunan DXY
Meskipun Dolar AS menikmati dukungan sebagai aset 'risk-off', Scotiabank juga menggarisbawahi potensi risiko penurunan untuk Indeks Dolar AS (DXY). DXY mengukur nilai dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya. Beberapa faktor dapat memicu pelemahan DXY di masa depan. Pertama, jika prospek ekonomi global mulai membaik, investor mungkin akan kembali beralih ke aset yang lebih berisiko. Hal ini secara alami akan mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai safe haven. Kedua, perbedaan kebijakan moneter antarbank sentral juga memainkan peran krusial.
Lebih lanjut, jika bank sentral lain, seperti Bank Sentral Eropa (ECB) atau Bank of Japan (BoJ), mengambil sikap yang lebih hawkish daripada The Fed, mata uang mereka mungkin akan menguat relatif terhadap dolar. Pergeseran ini tentu dapat menekan DXY. Scotiabank menunjukkan bahwa dinamika inflasi dan pasar tenaga kerja di luar AS juga perlu dipantau. Indikator-indikator ini dapat mempengaruhi keputusan kebijakan moneter global, yang pada akhirnya berdampak pada pergerakan DXY.
Prospek Kebijakan The Fed dan Dampaknya pada Dolar AS
Kebijakan moneter Federal Reserve tetap menjadi penentu utama arah Dolar AS. Pasar saat ini memantau dengan cermat setiap petunjuk mengenai jalur suku bunga The Fed. Apabila The Fed mengisyaratkan akan melonggarkan kebijakan moneternya lebih cepat dari perkiraan, ini bisa menjadi katalisator bagi pelemahan dolar. Harapan akan pemotongan suku bunga di masa depan seringkali mengurangi daya tarik investasi pada aset berdenominasi dolar. Oleh karena itu, data inflasi AS, laporan pekerjaan, dan komentar dari pejabat The Fed akan sangat berpengaruh terhadap sentimen pasar.
Sebaliknya, jika The Fed mempertahankan sikap hawkish lebih lama, dukungan terhadap Dolar AS mungkin akan bertahan. Namun, risiko resesi domestik dapat membatasi kemampuan The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. Analisis Scotiabank menunjukkan bahwa pasar akan terus mencerminkan ekspektasi kebijakan moneter. Perubahan dalam ekspektasi ini dapat menyebabkan pergerakan signifikan pada DXY. Investor perlu mempertimbangkan bahwa keseimbangan antara dukungan 'risk-off' dan risiko penurunan DXY sangat bergantung pada evolusi kondisi ekonomi global dan domestik.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com