USD/CHF rises as US Dollar hold firms following Fed's steady rate decision

Dipublikasikan pada: 19 March 2026

USD/CHF rises as US Dollar hold firms following Fed's steady rate decision

Pasangan mata uang USD/CHF menunjukkan kenaikan signifikan, mencerminkan kekuatan Dolar AS yang solid di pasar valuta asing. Penguatan Dolar AS ini terjadi setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan terbarunya. Keputusan ini, meskipun sesuai ekspektasi pasar, diperkuat oleh proyeksi ekonomi Fed yang mendukung prospek "higher for longer" bagi suku bunga AS, memberikan dorongan fundamental yang kuat bagi mata uang Negeri Paman Sam tersebut.

Dolar AS Menguat Setelah Keputusan Suku Bunga Federal Reserve

Federal Reserve telah memutuskan untuk mempertahankan target suku bunga federal funds pada kisaran 5.25%-5.50%. Keputusan ini tidak mengejutkan banyak pihak. Namun, hal yang paling krusial adalah rilis "dot plot" terbaru. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pejabat Fed kini memprediksi hanya akan ada satu kali penurunan suku bunga sepanjang tahun 2024. Ini merupakan revisi signifikan. Sebelumnya, pada bulan Maret, proyeksi menunjukkan tiga kali penurunan suku bunga.

Revisi prospek ini secara langsung memberikan dorongan substansial bagi Dolar AS. Pasar telah mengantisipasi lebih banyak pemotongan suku bunga di masa depan. Oleh karena itu, penyesuaian ekspektasi ini menopang mata uang AS. Selain itu, inflasi di AS yang persisten dan pasar tenaga kerja yang relatif tangguh menjadi faktor pendukung utama narasi "higher for longer" the Fed. Data ekonomi AS yang kuat terus meyakinkan para pembuat kebijakan.

USD/CHF Melonjak di Tengah Perbedaan Kebijakan Moneter

Kenaikan pasangan USD/CHF secara jelas mencerminkan divergensi yang semakin melebar dalam kebijakan moneter kedua bank sentral. Federal Reserve kini menunjukkan sikap yang lebih hawkish. Di sisi lain, Swiss National Bank (SNB) telah memulai siklus pelonggaran moneternya. SNB secara mengejutkan memotong suku bunga acuan mereka sebesar 25 basis poin pada bulan Maret lalu. Keputusan ini menunjukkan SNB mungkin lebih fokus pada penanganan risiko deflasi atau perlambatan ekonomi.

Sebagai hasilnya, perbedaan imbal hasil obligasi AS dan Swiss telah melebar. Imbal hasil yang lebih tinggi di Amerika Serikat secara otomatis meningkatkan daya tarik Dolar AS sebagai aset investasi. Investor cenderung mengalihkan modal dari aset berdenominasi CHF ke USD. Selanjutnya, sentimen pasar yang berhati-hati juga seringkali mendukung Dolar AS. Dolar dianggap sebagai mata uang safe-haven utama. Ketidakpastian global seringkali mendorong permintaan terhadap Dolar.

Faktor Ekonomi dan Teknis Memperkuat Posisi Dolar AS

Data ekonomi positif dari Amerika Serikat terus mendukung narasi penguatan Dolar. Laporan inflasi terbaru, meskipun menunjukkan sedikit perlambatan, masih berada di atas target jangka panjang Fed. Di samping itu, data penjualan ritel dan kepercayaan konsumen juga menunjukkan stabilitas. Hal ini mengindikasikan ketahanan ekonomi AS. Ini berbeda dengan kondisi ekonomi Swiss.

Swiss sendiri menghadapi tantangan ekonomi tertentu. Pertumbuhan ekonomi Swiss cenderung moderat. Selain itu, potensi tekanan deflasi juga menjadi perhatian SNB. Dari perspektif teknis, pasangan USD/CHF berhasil menembus beberapa level resistansi kunci. Momentum beli terlihat kuat. Hal ini menarik lebih banyak spekulan ke pasar. Level support signifikan mungkin akan teruji di sekitar angka psikologis tertentu dalam waktu dekat.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Vietnam: Energy shock risks growth and inflation – MUFG Artikel Lama → GBP/USD Terhuyung: Imbas The Fed Tahan Suku Bunga & Dilema BoE

Postingan Lainya