USD/JPY Bertahan: Kuat Meski Dolar Melemah & Fed Rate Cut
Dipublikasikan pada: 27 November 2025
USD/JPY Bertahan Kuat Meski Dolar AS Melemah dan Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga Fed
Pasangan mata uang USD/JPY terus menunjukkan ketahanan yang signifikan di pasar valuta asing. Saat ini, USD/JPY holds firm as Yen softens despite weaker US Dollar and Fed rate cut bets yang semakin kuat. Observasi ini menyoroti dinamika kompleks di balik pergerakan harga, terutama dominasi faktor-faktor yang menekan Yen dibandingkan dengan tekanan yang dihadapi Dolar AS.
Divergensi Kebijakan Moneter Menopang USD/JPY
Salah satu pendorong utama di balik ketahanan USD/JPY adalah divergensi yang jelas dalam kebijakan moneter antara Federal Reserve (The Fed) dan Bank of Japan (BOJ). Meskipun pasar semakin yakin The Fed akan mulai memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, dengan ekspektasi tiga hingga empat kali pemangkasan pada tahun ini, BOJ justru mempertahankan sikap ultra-longgar.
Para pejabat BOJ secara konsisten menekankan kebutuhan untuk melihat pertumbuhan upah yang kuat dan inflasi yang berkelanjutan sebelum mempertimbangkan pengetatan kebijakan signifikan. Pernyataan-pernyataan ini secara efektif melebarkan perbedaan suku bunga antara kedua negara. Akibatnya, investor terus memilih instrumen berdenominasi Dolar AS yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi, sehingga meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS relatif terhadap Yen.
Perbedaan imbal hasil yang lebar ini menjadi faktor kunci yang menopang nilai USD/JPY. Investor cenderung mencari keuntungan dari carry trade, menjual Yen dengan imbal hasil rendah untuk membeli Dolar AS dengan imbal hasil lebih tinggi.
Yen Melemah, Mengapa USD/JPY Tetap Tangguh?
Kelemahan Yen Jepang menjadi narasi utama yang menjelaskan mengapa USD/JPY tetap tangguh, bahkan ketika Dolar AS menghadapi tekanan dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Beberapa faktor berkontribusi pada pelemahan Yen secara keseluruhan.
Pertama, data ekonomi Jepang menunjukkan pemulihan yang lambat dan rapuh. Angka-angka inflasi, meskipun di atas target BOJ, seringkali dianggap tidak berkelanjutan tanpa dukungan dari pertumbuhan upah yang substansial. Ini mengurangi tekanan pada BOJ untuk menormalkan kebijakan dengan cepat.
Kedua, suasana risiko global cenderung stabil atau "risk-on" belakangan ini. Ketika sentimen pasar global positif, permintaan terhadap aset safe-haven seperti Yen cenderung berkurang. Hal ini membatasi apresiasi Yen yang sering terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi atau geopolitik.
Ketiga, meskipun ada spekulasi mengenai kapan BOJ akan menaikkan suku bunga atau mengakhiri kebijakan yield curve control, setiap pergerakan yang diperkirakan bersifat sangat bertahap. Hal ini tidak cukup untuk secara signifikan mengubah kalkulasi perbedaan imbal hasil saat ini. Investor melihat pengetatan kebijakan BOJ masih jauh di masa depan.
Analisis Pasar dan Prospek Jangka Pendek
Ketahanan USD/JPY menunjukkan pasar lebih memprioritaskan faktor divergensi kebijakan dan kelemahan intrinsik Yen. Tekanan terhadap Dolar AS dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed memang nyata, namun dampak negatifnya tertahan oleh faktor-faktor yang menekan Yen. Pasar tampaknya telah memperhitungkan sebagian besar pemangkasan suku bunga The Fed, sehingga ruang gerak Dolar AS menjadi terbatas.
Secara teknis, USD/JPY berhasil bertahan di atas level-level support penting, menunjukkan momentum bullish yang persisten. Para analis pasar mengamati dengan cermat data inflasi AS yang akan datang serta pernyataan dari pejabat The Fed dan BOJ. Setiap perubahan dalam retorika atau data ekonomi dapat memicu pergerakan signifikan pada pasangan mata uang ini.
Dalam jangka pendek, selama BOJ mempertahankan sikap akomodatif dan ekspektasi pertumbuhan Jepang tetap moderat, Yen kemungkinan akan terus menghadapi tekanan. Ini akan menjadi faktor penyeimbang yang kuat terhadap tekanan yang mungkin dialami Dolar AS dari kebijakan moneter The Fed yang diperkirakan akan melonggar.
Kesimpulan
Ketahanan USD/JPY terutama didorong oleh divergensi kebijakan moneter antara The Fed dan BOJ, serta kelemahan intrinsik Yen. Faktor-faktor ini mampu menyeimbangkan tekanan akibat ekspektasi pemotongan suku bunga Dolar AS. Prospek jangka pendek menunjukkan Yen kemungkinan akan tetap di bawah tekanan selama BOJ mempertahankan sikap akomodatif.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com