USD/JPY Bullish: Potensi Tetap Utuh Meski Ada Koreksi Harga

Dipublikasikan pada: 19 March 2026

USD/JPY Bullish: Potensi Tetap Utuh Meski Ada Koreksi Harga

Prakiraan Harga USD/JPY: Mundur di Bawah Pertengahan 159.00-an; Potensi Bullish Tampaknya Tetap Utuh

Pasangan mata uang USD/JPY saat ini menunjukkan pergerakan mundur, turun di bawah level pertengahan 159.00-an. Meskipun terjadi penarikan harga jangka pendek ini, banyak analis pasar berpendapat bahwa potensi bullish keseluruhan untuk pasangan ini masih terlihat utuh. Penurunan harga ini dapat dipandang sebagai koreksi wajar setelah kenaikan signifikan sebelumnya, memberikan peluang bagi pasar untuk berkonsolidasi sebelum kemungkinan melanjutkan tren naik.

Analisis Teknikal Terkini USD/JPY

USD/JPY baru-baru ini mengalami tekanan jual ringan, menyebabkan harga turun dari puncak multi-dekade. Penurunan di bawah level 159.50 mencerminkan aksi ambil untung sementara. Namun demikian, indikator teknikal jangka menengah masih cenderung bullish. Harga tetap bertahan di atas moving average kunci, seperti MA 50-hari dan MA 100-hari, yang berfungsi sebagai support dinamis. Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan bahwa meskipun ada koreksi, pasar belum memasuki wilayah oversold secara signifikan, menyisakan ruang untuk pemulihan.

Level support penting saat ini berada di sekitar 159.00 dan selanjutnya di 158.50. Selama harga bertahan di atas level-level ini, pandangan bullish akan tetap dominan. Pergerakan di bawah 158.00 mungkin memerlukan evaluasi ulang prospek jangka pendek, namun saat ini, skenario tersebut kurang mungkin terjadi mengingat sentimen pasar yang mendasarinya.

Faktor Pendorong Potensi Bullish USD/JPY

Perbedaan suku bunga antara Federal Reserve AS dan Bank of Japan (BoJ) terus menjadi pendorong utama potensi bullish USD/JPY. The Fed mempertahankan sikap hawkish, mengindikasikan suku bunga akan tetap tinggi lebih lama. Sebaliknya, BoJ masih sangat dovish, meskipun ada penyesuaian kebijakan baru-baru ini. Selisih imbal hasil yang lebar ini membuat yen Jepang kurang menarik bagi investor, sementara dolar AS menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi, mendorong strategi carry trade yang menguntungkan dolar.

Selain itu, data ekonomi AS yang relatif kuat dibandingkan Jepang, seperti pertumbuhan PDB dan pasar tenaga kerja, juga mendukung penguatan dolar. Ketidakpastian geopolitik global seringkali meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe-haven, semakin memperkuat posisinya terhadap yen.

USD/JPY: Potensi Bullish Tetap Terjaga Meskipun Ada Penarikan Harga

Penarikan harga USD/JPY di bawah pertengahan 159.00-an mungkin merupakan upaya pasar untuk menemukan pijakan yang lebih stabil. Analis memandang ini sebagai fase konsolidasi yang sehat. Jika support kunci bertahan, pasangan ini berpotensi melanjutkan kenaikannya. Target berikutnya bagi pembeli dapat berada di sekitar level psikologis 160.00, dan kemudian menargetkan puncak baru multi-dekade.

Para pedagang perlu memantau dengan cermat rilis data ekonomi dari kedua negara, serta komentar dari pejabat bank sentral. Setiap sinyal perubahan kebijakan dari The Fed atau BoJ dapat memicu volatilitas signifikan. Namun demikian, dengan tidak adanya perubahan fundamental yang drastis, momentum bullish jangka panjang diperkirakan akan tetap menjadi narasi dominan untuk USD/JPY.

Pandangan Pasar dan Sentimen Investor

Sentimen investor secara keseluruhan masih condong ke arah penguatan dolar AS. Kekhawatiran inflasi yang persisten di AS dan respons The Fed yang tegas terus menopang dolar. Pasar juga masih skeptis terhadap kemampuan BoJ untuk secara signifikan mengubah arah kebijakan moneternya tanpa mengganggu stabilitas keuangan domestik. Oleh karena itu, investor cenderung mencari peluang beli pada penurunan harga USD/JPY, melihat setiap koreksi sebagai kesempatan untuk masuk ke pasar pada harga yang lebih baik. Konsensus pasar menunjukkan bahwa tekanan pada yen akan berlanjut selama perbedaan suku bunga tetap lebar.

Kesimpulan

Meskipun pasangan USD/JPY mengalami penarikan harga jangka pendek, potensi bullish jangka panjangnya diperkirakan tetap terjaga. Didukung oleh perbedaan suku bunga The Fed dan BoJ serta indikator teknikal yang solid, koreksi ini dipandang sebagai fase konsolidasi sehat sebelum potensi kenaikan lebih lanjut. Investor disarankan memantau data ekonomi dan kebijakan bank sentral untuk mengidentifikasi peluang beli.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Kekuatan Dolar AS: Konflik & Suku Bunga The Fed Sumber Utama Artikel Lama → Risiko Guncangan Energi: Konflik Iran Ancam Pasokan Minyak Global

Postingan Lainya