USD/JPY drops even as Fed holds hawkish tone

Dipublikasikan pada: 20 March 2026

USD/JPY drops even as Fed holds hawkish tone

USD/JPY Turun Meskipun The Fed Pertahankan Nada Hawkish

Pasangan mata uang USD/JPY mengejutkan pasar dengan mengalami penurunan signifikan, bahkan setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan nada kebijakan yang hawkish dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terbaru. Penurunan USD/JPY ini menimbulkan pertanyaan di kalangan analis dan trader, mengingat ekspektasi umum bahwa sikap The Fed yang ketat seharusnya mendukung penguatan dolar AS terhadap yen Jepang.

Analisis Keputusan The Fed dan Reaksi Pasar

Dalam pertemuan terakhirnya, The Fed memang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Namun, proyeksi ekonomi (dot plot) terbaru menunjukkan bahwa bank sentral tersebut mengurangi jumlah pemotongan suku bunga yang diantisipasi untuk tahun 2024. Mayoritas pejabat The Fed kini hanya memproyeksikan satu kali pemotongan suku bunga tahun ini, turun dari tiga kali yang diproyeksikan sebelumnya. Ketua Jerome Powell juga menggarisbawahi kehati-hatian dalam melonggarkan kebijakan moneter, menekankan pentingnya data inflasi yang meyakinkan.

Secara historis, retorika hawkish semacam ini cenderung mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS. Kenaikan imbal hasil ini seringkali meningkatkan daya tarik dolar AS. Namun, setelah lonjakan awal yang bersifat sementara, imbal hasil obligasi AS justru menunjukkan tanda-tanda stabilisasi atau bahkan sedikit penurunan. Reaksi pasar ini menunjukkan bahwa ekspektasi hawkish The Fed mungkin sudah banyak diperhitungkan sebelumnya oleh para pelaku pasar.

Faktor-faktor Pendorong Penurunan USD/JPY di Tengah Retorika Hawkish The Fed

Penurunan USD/JPY di tengah sikap hawkish The Fed sebagian besar disebabkan oleh beberapa faktor yang beroperasi secara bersamaan. Salah satunya adalah spekulasi yang berkembang pesat mengenai perubahan kebijakan moneter oleh Bank of Japan (BoJ). Pasar semakin yakin bahwa BoJ akan segera mengakhiri kebijakan suku bunga negatifnya, bahkan mungkin dalam waktu dekat.

Data ekonomi Jepang yang lebih kuat dari perkiraan, khususnya terkait dengan pertumbuhan upah dan inflasi, telah memperkuat pandangan ini. Spekulasi mengenai kenaikan suku bunga oleh BoJ secara signifikan meningkatkan daya tarik yen Jepang. Selain itu, sentimen risiko global yang cenderung berhati-hati juga mendukung yen sebagai mata uang safe-haven. Ketika pasar global menunjukkan volatilitas atau ketidakpastian, investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman, termasuk yen Jepang.

Divergensi Kebijakan dan Outlook ke Depan

Fenomena ini menyoroti pentingnya divergensi kebijakan moneter antara dua bank sentral utama. Meskipun The Fed tetap hawkish, potensi pergeseran kebijakan oleh BoJ ternyata memiliki dampak yang lebih kuat pada pasangan USD/JPY saat ini. Pergerakan ini juga mengindikasikan bahwa pasar mungkin mulai memperhitungkan faktor-faktor fundamental jangka panjang dari kedua ekonomi.

Para trader kini memantau dengan cermat data ekonomi dari kedua negara. Data inflasi AS yang akan datang, laporan pekerjaan, serta indikator inflasi dan pertumbuhan upah dari Jepang, semuanya akan menjadi penentu arah berikutnya bagi USD/JPY. Volatilitas kemungkinan akan tetap tinggi, seiring pasar mencoba menyeimbangkan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dan BoJ.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Retorika Hawkish ECB: Pasar Menanti Aksi Nyata Suku Bunga Artikel Lama → Harga Minyak WTI: Dinamika Pasar, Venezuela & Timur Tengah

Postingan Lainya