USD/JPY Price Forecast: Recovery stalls below key moving averages

Dipublikasikan pada: 23 September 2026

USD/JPY Price Forecast: Recovery stalls below key moving averages

Proyeksi harga USD/JPY kembali menjadi sorotan pasar keuangan, terutama setelah upaya pemulihan pasangan mata uang ini terhambat di bawah rata-rata pergerakan kunci. Perkembangan ini mengindikasikan adanya pertarungan sengit antara kekuatan beli dan jual, di mana para trader dan investor terus memantau level teknis krusial untuk petunjuk arah selanjutnya. Setelah periode volatilitas, pasangan ini tampaknya kehilangan momentum ke atas, menyebabkan keraguan tentang keberlanjutan tren kenaikannya.

Konsolidasi di Bawah Rata-Rata Pergerakan Utama

Pasangan mata uang USD/JPY baru-baru ini mencoba untuk meraih kembali pijakan, namun momentum pemulihan tersebut terhenti secara signifikan. Harga pasangan ini kini berada di bawah rata-rata pergerakan penting, seperti rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50-hari dan rata-rata pergerakan sederhana (SMA) 100-hari. Kegagalan untuk menembus dan bertahan di atas level-level ini seringkali dianggap sebagai sinyal bearish atau setidaknya indikasi kurangnya kekuatan beli yang dominan. Level-level ini berfungsi sebagai penghalang resistensi dinamis, membatasi setiap upaya untuk bergerak lebih tinggi dan mengkonfirmasi potensi tekanan jual.

Lebih lanjut, analisis teknis menunjukkan bahwa jika USD/JPY terus berjuang untuk menembus di atas rata-rata pergerakan ini, tekanan jual kemungkinan akan meningkat. Pasar mungkin menafsirkan ini sebagai tanda bahwa sentimen bearish mulai menguat, atau bahwa para pembeli tidak memiliki keyakinan yang cukup untuk mendorong harga lebih jauh. Akibatnya, perhatian kini beralih ke level dukungan terdekat, mengantisipasi potensi penarikan harga jika hambatan resistensi ini tetap tak tertembus.

Indikator Teknikal dan Sentimen Pasar USD/JPY

Indikator teknikal memberikan gambaran yang lebih detail mengenai situasi USD/JPY saat ini. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) saat ini bergerak di sekitar garis tengah 50, menunjukkan keseimbangan antara pembeli dan penjual tanpa adanya momentum yang jelas ke salah satu arah. Keadaan netral ini mencerminkan kondisi konsolidasi harga yang terjadi. Di sisi lain, Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah menunjukkan indikasi melemahnya momentum bullish, bahkan berpotensi untuk membentuk persilangan bearish yang bisa memicu aksi jual lebih lanjut.

Para analis juga mencatat bahwa sentimen pasar secara keseluruhan masih sangat berhati-hati. Spekulasi mengenai kebijakan moneter Federal Reserve AS dan Bank of Japan (BoJ) terus mempengaruhi arah pasangan ini. Setiap komentar dari pejabat bank sentral atau rilis data ekonomi yang signifikan dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar, menyebabkan pergerakan harga yang tajam. Oleh karena itu, para pelaku pasar tetap waspada terhadap setiap perkembangan fundamental yang mungkin mendukung atau menghambat upaya pemulihan USD/JPY.

Dinamika Kebijakan Moneter dan Dampaknya

Perbedaan kebijakan moneter antara Amerika Serikat dan Jepang tetap menjadi pendorong utama pergerakan USD/JPY. Federal Reserve AS terus mengadopsi sikap yang cenderung hawkish, meskipun ada beberapa spekulasi mengenai potensi perlambatan laju kenaikan suku bunga di masa depan. Sebaliknya, Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter yang sangat longgar, dengan suku bunga acuan negatif dan kontrol kurva imbal hasil (YCC). Kesenjangan suku bunga yang signifikan ini secara historis telah mendukung penguatan dolar AS terhadap yen Jepang.

Namun, jika Federal Reserve mulai memperlambat laju pengetatan kebijakan moneter mereka, atau jika ada indikasi bahwa BoJ sedang mempertimbangkan penyesuaian kebijakan mereka, dinamika ini dapat berubah dengan cepat. Pasar akan memantau dengan cermat laporan inflasi dari kedua negara, data pekerjaan, dan pernyataan kebijakan dari masing-masing bank sentral. Faktor-faktor ini memiliki potensi untuk menciptakan pergeseran signifikan dalam narasi fundamental yang pada akhirnya dapat memengaruhi arah USD/JPY.

Level Kritis untuk Pemulihan Harga USD/JPY yang Terhenti

Melihat ke depan, level resistensi kunci yang harus ditembus oleh USD/JPY untuk mengkonfirmasi pemulihan yang berkelanjutan adalah rata-rata pergerakan yang disebutkan di atas, bersama dengan level harga psikologis tertentu. Jika pasangan ini berhasil menembus dan bertahan di atas resistensi ini, ini dapat membuka jalan bagi kenaikan lebih lanjut menuju level yang lebih tinggi. Sebaliknya, kegagalan untuk melakukannya dapat menyebabkan harga menguji level dukungan yang lebih rendah, yang kemungkinan akan menarik perhatian para penjual.

Dalam skenario bearish, jika harga menembus di bawah dukungan awal, pasangan ini mungkin akan bergerak menuju level dukungan berikutnya. Para trader disarankan untuk memantau dengan seksama perkembangan harga di sekitar level-level ini. Interaksi antara harga dan rata-rata pergerakan kunci akan terus menjadi penentu penting bagi arah jangka pendek dan menengah USD/JPY.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru U.S. strikes Greenland deal for 'permanent control over security,' will send forces to Danish dogsled outpost and reopen Cold War base: Report Artikel Lama → Pelemahan Dolar Kanada: Dominasi USD & Dampaknya pada Trading

Postingan Lainya