Analisis EUR/JPY: Pulih dari Titik Terendah, Tetap Melemah

Dipublikasikan pada: 08 August 2026

Analisis EUR/JPY: Pulih dari Titik Terendah, Tetap Melemah

EUR/JPY Pulih dari Titik Terendah Sesi, Namun Tetap Melemah pada Hari Jumat

Pasangan mata uang EUR/JPY menunjukkan tanda-tara pemulihan pada hari Jumat, berhasil bangkit dari titik terendah sesi meskipun tetap diperdagangkan lebih rendah dibandingkan pembukaan hari. Pergerakan ini terjadi di tengah sentimen pasar yang bergejolak, di mana spekulasi mengenai jalur kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of Japan (BoJ) terus mendominasi. Meskipun Euro menemukan pijakan di paruh kedua sesi, tekanan jual yang terjadi sebelumnya menahan pasangan ini di wilayah negatif menjelang penutupan perdagangan.

Tekanan Awal Menekan EUR/JPY ke Bawah

Pada awal sesi perdagangan Jumat, EUR/JPY menghadapi tekanan jual yang signifikan. Sentimen terhadap Euro tampak tertekan menyusul pernyataan terbaru dari pejabat ECB yang mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut dalam waktu dekat. Komentar-komentar ini memperkuat ekspektasi pasar akan divergensi kebijakan moneter antara ECB dan bank sentral utama lainnya, yang cenderung menekan nilai tukar Euro. Sementara itu, Yen Jepang menunjukkan kekuatan moderat. Para investor mencari aset safe-haven di tengah kekhawatiran geopolitik dan rilis data inflasi Jepang yang sedikit lebih kuat dari perkiraan, yang mengurangi spekulasi penurunan suku bunga BoJ secara mendadif.

Akibatnya, pasangan ini dengan cepat kehilangan level kunci, memicu aksi jual tambahan. Volume perdagangan yang cukup aktif pada sesi Asia dan Eropa awal menunjukkan para pelaku pasar bereaksi cepat terhadap informasi baru. Penembusan di bawah support teknis penting semakin mempercepat penurunan ini. Pada satu titik, EUR/JPY mencapai level terendah harian, menunjukkan dominasi penjual di pasar.

Pemulihan EUR/JPY dari Titik Terendah Sesi Jumat

Memasuki paruh kedua sesi Eropa, EUR/JPY mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menarik. Setelah mencapai titik terendah intraday, pasangan ini menemukan dukungan di sekitar level teknis yang krusial. Pemulihan ini didorong oleh beberapa faktor. Pertama, aksi short covering mungkin berperan, di mana para trader yang sebelumnya bertaruh pada penurunan Euro mulai menutup posisi mereka untuk merealisasikan keuntungan. Kedua, beberapa data ekonomi Zona Euro yang dirilis kemudian menunjukkan sedikit peningkatan sentimen ekonomi, meskipun dampaknya terbatas.

Selain itu, kekuatan Yen yang sempat terlihat mereda. Ketidakpastian mengenai kapan BoJ akan melakukan pengetatan moneter secara signifikan tetap ada, mengurangi daya tarik Yen sebagai aset yang secara fundamental kuat. Secara teknis, pemulihan ini dapat diinterpretasikan sebagai bouncing back setelah harga terlalu rendah (oversold). Meskipun EUR/JPY berhasil memangkas kerugian secara substansial, momentum beli tampaknya tidak cukup kuat untuk mendorong pasangan ini kembali ke teritori positif untuk hari itu. Ini menandakan sentimen bearish jangka pendek masih mendominasi pasar.

Divergensi Kebijakan Moneter dan Prospek Jangka Pendek

Prospek jangka pendek untuk EUR/JPY kemungkinan besar akan terus dipengaruhi oleh divergensi kebijakan moneter. ECB cenderung mengambil sikap yang lebih dovish dibandingkan BoJ. Hal ini menempatkan Euro di bawah tekanan struktural. Di sisi lain, Bank of Japan masih berhati-hati dalam menormalkan kebijakan. Ini menciptakan lingkungan yang volatil untuk pasangan mata uang ini.

Para pelaku pasar akan mencermati setiap petunjuk baru dari kedua bank sentral. Data inflasi dan pertumbuhan ekonomi dari kedua kawasan juga akan menjadi kunci. Gejolak geopolitik global dapat meningkatkan permintaan terhadap Yen sebagai aset safe-haven. Sebaliknya, perbaikan sentimen risiko global mungkin mendukung Euro. Level resistance penting saat ini terletak di sekitar area pembukaan harian, sedangkan support kuat berada di titik terendah sesi Jumat.

Kesimpulan

Meskipun EUR/JPY berhasil pulih dari titik terendah sesi, pasangan ini tetap berada di wilayah negatif pada hari Jumat akibat tekanan jual awal. Divergensi kebijakan moneter antara ECB yang dovish dan BoJ yang berhati-hati akan terus menjadi faktor kunci, menjaga prospek jangka pendek pasangan ini tetap volatil dengan sentimen bearish yang dominan.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Prakiraan Harga GBP/USD: Bulls Fokus di 1.3560 untuk 1.3600 Artikel Lama → Prakiraan Harga Perak: XAG/USD Tembus SMA 50, Target $65 Terlihat

Postingan Lainya