AUD/JPY edges higher as RBA-BoJ policy divergence widens
Dipublikasikan pada: 19 February 2026
AUD/JPY Menguat Saat Divergensi Kebijakan RBA-BoJ Melebar
Pasangan mata uang AUD/JPY menunjukkan pergerakan menguat dalam sesi perdagangan terbaru. Fenomena ini terjadi seiring dengan semakin lebarnya divergensi kebijakan moneter antara Reserve Bank of Australia (RBA) dan Bank of Japan (BoJ). Investor mencermati perbedaan pendekatan kedua bank sentral ini terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Perbedaan tersebut secara signifikan memengaruhi daya tarik relatif kedua mata uang di pasar global.
RBA Agresif, Mendorong Daya Tarik Dolar Australia
Reserve Bank of Australia telah menerapkan kebijakan moneter yang agresif. Mereka menaikkan suku bunga acuan secara signifikan dalam beberapa periode terakhir. Inflasi di Australia tetap berada di atas target bank sentral. Oleh karena itu, RBA mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Pernyataan hawkish dari pejabat RBA memperkuat ekspektasi pasar. Data ekonomi Australia juga menunjukkan ketahanan, seperti pasar tenaga kerja yang kuat dan tingkat belanja konsumen yang stabil. Kondisi ini membuat dolar Australia (AUD) menjadi aset yang lebih menarik bagi investor yang mencari imbal hasil.
BoJ Pertahankan Stance Dovish di Tengah Tekanan Inflasi Jepang
Di sisi lain, Bank of Japan (BoJ) tetap mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgarnya. BoJ terus menerapkan program kontrol kurva imbal hasil (YCC). Mereka bertujuan untuk menjaga suku bunga jangka panjang tetap rendah. Gubernur BoJ berulang kali menegaskan fokus mereka pada dukungan ekonomi. Mereka juga berupaya mencapai inflasi yang stabil secara berkelanjutan. Meskipun inflasi konsumen di Jepang telah meningkat, BoJ menganggapnya sebagai dorongan dari biaya, bukan dari permintaan domestik yang kuat. Stance dovish ini membuat yen Jepang (JPY) rentan terhadap pelemahan, terutama terhadap mata uang dengan suku bunga yang lebih tinggi.
Divergensi Kebijakan RBA-BoJ Memperlebar Jarak AUD/JPY
Perbedaan mencolok dalam kebijakan moneter RBA dan BoJ menjadi pendorong utama kenaikan AUD/JPY. Investor cenderung mencari aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Mereka tertarik pada dolar Australia akibat suku bunga yang agresif dari RBA. Fenomena ini memicu aktivitas "carry trade". Trader meminjam dalam mata uang dengan suku bunga rendah (JPY) dan menginvestasikan dalam mata uang dengan suku bunga tinggi (AUD). Akibatnya, permintaan terhadap AUD meningkat. Sementara itu, permintaan terhadap JPY menurun. Harga komoditas global yang stabil juga memberikan dukungan tambahan bagi dolar Australia, memperkuat tren penguatan.
Pasar akan terus memantau data inflasi dan pernyataan resmi dari kedua bank sentral. Setiap indikasi perubahan pendekatan dari BoJ akan menjadi perhatian besar bagi pelaku pasar. Kelanjutan kenaikan suku bunga oleh RBA akan memperlebar perbedaan suku bunga ini. Hal ini berpotensi memberikan dorongan lebih lanjut bagi pasangan AUD/JPY. Sentimen risiko global juga akan memainkan peran penting. Perubahan mendadak dalam selera risiko dapat memengaruhi permintaan JPY sebagai mata uang safe-haven.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com