Euro: Soft undertone but fair value higher against US Dollar – Scotiabank

Dipublikasikan pada: 14 October 2026

Euro: Soft undertone but fair value higher against US Dollar – Scotiabank

Scotiabank, sebuah institusi keuangan terkemuka, baru-baru ini merilis analisis mendalam mengenai prospek mata uang tunggal Eropa. Menurut laporan terbaru mereka, Euro saat ini menunjukkan sentimen yang melemah. Mereka menyebutnya 'soft undertone' di pasar. Namun, Scotiabank dengan tegas menyatakan bahwa nilai wajar (fair value) Euro sejatinya lebih tinggi terhadap Dolar AS. Pandangan ini memberikan perspektif krusial bagi para pelaku pasar dan investor.

Kondisi Ekonomi Zona Euro dan Sentimen Pasar Terkini

Sentimen 'soft undertone' Euro tidak muncul tanpa alasan yang kuat. Data ekonomi terbaru dari Zona Euro kerap menunjukkan laju pertumbuhan yang melambat. Inflasi masih menjadi perhatian utama Bank Sentral Eropa (ECB). Angka inflasi inti tetap persisten tinggi. Di sisi lain, prospek pertumbuhan ekonomi regional masih dihantui oleh ketidakpastian geopolitik. Konflik di Eropa Timur serta tantangan pasokan energi global terus membebani. Hal-hal ini secara kolektif menekan daya tarik Euro di mata investor jangka pendek. Akibatnya, banyak trader cenderung berhati-hati dalam memegang Euro. Mereka menunggu sinyal pemulihan yang lebih jelas.

Analisis Scotiabank: Mengapa Nilai Wajar Euro Lebih Tinggi Terhadap Dolar AS

Meskipun sentimen pasar saat ini cenderung negatif, Scotiabank melihat gambaran yang berbeda untuk jangka menengah hingga panjang. Analisis mereka menunjukkan adanya diskrepansi signifikan antara valuasi pasar Euro saat ini dan nilai wajarnya. Scotiabank sering menggunakan model berbasis Purchasing Power Parity (PPP) atau model keseimbangan jangka panjang lainnya. Model-model ini mengindikasikan bahwa Euro sedang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.

Selain itu, Scotiabank mungkin memperhitungkan potensi perubahan diferensial suku bunga di masa depan. Mereka memprediksi kemungkinan pengetatan kebijakan ECB yang lebih agresif. Sebaliknya, Federal Reserve (The Fed) mungkin mendekati akhir siklus kenaikan suku bunganya. Penurunan suku bunga The Fed di masa depan dapat menekan Dolar AS. Ini akan mendukung penguatan Euro menuju nilai wajarnya. Potensi pemulihan ekonomi Zona Euro juga menjadi faktor pendukung. Pemulihan tersebut dapat mendorong aliran modal kembali ke Eropa. Ini akan meningkatkan permintaan terhadap Euro di masa mendatang.

Implikasi Kebijakan Moneter dan Prospek EUR/USD

Dinamika kebijakan moneter ECB dan The Fed akan menjadi penentu utama pergerakan pasangan EUR/USD. ECB terus menghadapi tantangan menyeimbangkan inflasi tinggi dengan risiko resesi. Mereka masih mempertahankan sikap hawkish untuk menekan inflasi. Sementara itu, The Fed telah memberikan sinyal bahwa kebijakan mereka akan tergantung pada data ekonomi yang masuk. Pasar kini sedang mencermati setiap pernyataan dari kedua bank sentral tersebut.

Perbedaan pandangan Scotiabank dengan sentimen pasar saat ini menciptakan peluang bagi investor cerdas. Mereka mungkin mencari titik masuk strategis. Pergerakan menuju nilai wajar Euro akan bergantung pada beberapa faktor krusial. Ini termasuk rilis data ekonomi yang menguntungkan Zona Euro. Adanya tanda-tanda meredanya inflasi juga penting. Selanjutnya, kebijakan moneter yang mendukung penguatan mata uang Euro akan memainkan peran krusial. Investor perlu memantau perkembangan ini dengan seksama.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

Artikel Lama → US Dollar: Supported but capped by CPI risks – OCBC

Postingan Lainya