Euro Tertekan Dolar: ING Prediksi Penurunan Lanjut EUR/USD
Dipublikasikan pada: 14 September 2026
Euro Tertekan: ING Prediksi Penurunan Lebih Lanjut Terhadap Dolar AS
Dalam sebuah analisis terbaru yang menarik perhatian pasar, bank investasi global ING menyatakan pandangannya bahwa Euro: Further downside favoured against US Dollar - ING. Proyeksi ini mengindikasikan tekanan jual yang berkelanjutan terhadap mata uang tunggal Eropa. Hal ini menyoroti perbedaan fundamental yang semakin melebar antara ekonomi Zona Euro dan Amerika Serikat. Investor kini mencermati dengan seksama faktor-faktor pendorong di balik estimasi ini, memahami implikasi potensial bagi portofolio mereka di tengah volatilitas pasar.
Analisis ING: Mengapa Penurunan Euro Lebih Lanjut Terhadap Dolar AS Diprediksi?
ING secara konsisten menyoroti divergensi kebijakan moneter sebagai pendorong utama pelemahan Euro. Bank Sentral Eropa (ECB) mengambil pendekatan lebih hati-hati dalam pengetatan kebijakan. Sementara itu, Federal Reserve (The Fed) di AS menunjukkan sikap lebih hawkish. Selisih suku bunga ini secara alami mendukung Dolar AS, menarik arus modal global. Ekonomi AS juga menunjukkan ketahanan luar biasa. Data pertumbuhan, pasar tenaga kerja, dan inflasi inti AS secara signifikan melampaui ekspektasi. Kondisi ini memperkuat argumen untuk kebijakan The Fed yang "tinggi untuk lebih lama". ING melihat bahwa selisih ini akan terus menekan nilai tukar EUR/USD.
Laporan ING juga menunjukkan bahwa prospek pertumbuhan Zona Euro masih suram. Harga energi yang bergejolak, inflasi persisten, serta tantangan struktural menghambat pemulihan ekonomi kawasan tersebut. Sentimen investor cenderung menghindari aset berisiko di tengah ketidakpastian global. Ini menjadikan Dolar AS sebagai pilihan 'safe haven' yang dominan.
Faktor Pendorong Pelemahan Euro dari Zona Euro
Pelemahan Euro tidak hanya disebabkan oleh kekuatan Dolar AS. Zona Euro sendiri menghadapi serangkaian tantangan internal. Pertumbuhan PDB kawasan ini melambat drastis. Bahkan, beberapa negara anggota menghadapi risiko resesi teknis. Indeks manufaktur dan jasa menunjukkan kontraksi. Konsumsi rumah tangga juga menurun akibat daya beli yang tergerus inflasi tinggi. Pasar energi masih menjadi perhatian utama. Meskipun harga gas telah turun dari puncaknya, Eropa tetap rentan terhadap gejolak pasokan. Ini memperburuk neraca perdagangan dan menekan investasi bisnis. Kebijakan fiskal yang beragam antar negara anggota juga menambah kompleksitas. Hal ini membatasi kemampuan Zona Euro untuk merespons krisis secara terpadu.
Kekuatan Dolar AS yang Mendominasi Pasar Global
Di sisi lain Atlantik, Dolar AS terus menunjukkan dominasinya. Ekonomi AS terus mengejutkan para ekonom dengan ketahanannya. Pasar tenaga kerja tetap kuat, dengan tingkat pengangguran yang rendah. Data inflasi memang masih tinggi. Namun, The Fed berkomitmen untuk mengembalikannya ke target 2%. Sikap hawkish The Fed mengirim sinyal kuat kepada pasar. Mereka siap menahan suku bunga tinggi demi mencapai stabilitas harga. Kinerja pasar saham AS juga relatif lebih baik. Ini menarik investor global untuk mencari pengembalian yang lebih tinggi. Status Dolar AS sebagai mata uang cadangan global serta aset "safe haven" juga ikut berperan besar. Saat terjadi ketidakpastian geopolitik atau ekonomi, permintaan Dolar AS cenderung melonjak. Ini menciptakan siklus penguatan berkelanjutan.
Potensi Dampak Lanjutan Terhadap EUR/USD
Berdasarkan analisis ING, jalur termudah bagi EUR/USD adalah menuju penurunan lebih lanjut. Level support kunci kemungkinan akan diuji dalam beberapa waktu mendatang. Trader dan investor perlu mewaspadai potensi volatilitas yang tinggi. Pergerakan data ekonomi AS, pernyataan pejabat The Fed, dan perkembangan geopolitik di Eropa akan menjadi katalisator utama. Dengan absennya perubahan fundamental signifikan, prospek Euro tetap berada di bawah tekanan yang substansial terhadap Dolar AS.
Kesimpulan
Analisis ING mengindikasikan bahwa Euro diprediksi akan terus melemah terhadap Dolar AS. Hal ini didorong oleh divergensi kebijakan moneter antara ECB dan The Fed, tantangan struktural di Zona Euro, serta ketahanan ekonomi dan status safe haven Dolar AS. Investor disarankan mewaspadai potensi volatilitas tinggi pada pasangan EUR/USD.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com