New Zealand Dollar extends losses as US Dollar strengthens on Fed bets

Dipublikasikan pada: 14 September 2026

New Zealand Dollar extends losses as US Dollar strengthens on Fed bets

Dolar Selandia Baru Melemah Lebih Lanjut Seiring Penguatan Dolar AS Akibat Spekulasi The Fed

Dolar Selandia Baru (NZD) mengalami penurunan lebih lanjut saat Dolar AS (USD) menguat signifikan. Penguatan ini terjadi akibat spekulasi pasar mengenai prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang cenderung hawkish. Data ekonomi AS yang kuat baru-baru ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih lama, bahkan mungkin dengan potensi kenaikan lebih lanjut, sehingga memberikan tekanan berat pada mata uang komoditas seperti NZD.

Katalis Penguatan Dolar AS dan Dampaknya

Penguatan Dolar AS didorong oleh serangkaian data ekonomi AS yang melampaui ekspektasi. Laporan inflasi, khususnya Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI), menunjukkan bahwa tekanan harga masih persisten. Selain itu, pasar tenaga kerja AS tetap tangguh, dengan tingkat pengangguran yang rendah dan pertumbuhan lapangan kerja yang solid. Data-data positif ini memudarkan harapan pasar akan penurunan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Sebaliknya, investor kini memproyeksikan The Fed akan menjaga suku bunga pada level restriktif untuk waktu yang lebih lama demi mengendalikan inflasi secara efektif.

Sentimen "risk-off" juga mendukung Dolar AS. Ketidakpastian geopolitik dan perlambatan pertumbuhan global mendorong investor mencari aset safe-haven, menjadikan Dolar AS pilihan utama. Kenaikan imbal hasil obligasi AS, terutama obligasi Treasury 10-tahun, semakin menarik minat investor, sehingga memperlebar perbedaan imbal hasil antara AS dan negara lain, termasuk Selandia Baru.

Prospek Kebijakan The Fed yang Hawkish

Pasar kini telah menyesuaikan kembali ekspektasinya terhadap jalur kebijakan The Fed. Komentar dari pejabat The Fed yang menekankan perlunya "bukti lebih lanjut" bahwa inflasi bergerak menuju target 2% telah mengindikasikan kehati-hatian bank sentral tersebut. Mayoritas analis kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan mendatang. Namun, kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan tidak sepenuhnya dikesampingkan jika data inflasi terus mengejutkan ke atas atau pasar tenaga kerja tetap terlalu panas. Prospek suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih panjang secara signifikan meningkatkan daya tarik Dolar AS.

Penurunan Lanjut Dolar Selandia Baru di Tengah Ekspektasi The Fed yang Hawkish

Ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish secara langsung menekan Dolar Selandia Baru. Selisih suku bunga antara Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) dan The Fed menjadi kurang menguntungkan bagi NZD. Meskipun RBNZ juga telah menaikkan suku bunga agresif, sinyal dari RBNZ akhir-akhir ini terkesan lebih netral dibandingkan The Fed. Hal ini membuat carry trade yang mendukung NZD kurang menarik. Selain itu, NZD sebagai mata uang komoditas sensitif terhadap sentimen risiko global dan prospek pertumbuhan ekonomi Tiongkok, mitra dagang utamanya. Perlambatan ekonomi global dan kekhawatiran terhadap Tiongkok turut memperburuk kinerja NZD.

Faktor Domestik Selandia Baru

Di sisi domestik, ekonomi Selandia Baru menghadapi tantangannya sendiri. Data pertumbuhan ekonomi menunjukkan perlambatan, dan inflasi, meskipun mulai mereda, masih di atas target RBNZ. Meskipun RBNZ mempertahankan sikap waspada, pasar cenderung tidak memperkirakan kenaikan suku bunga agresif di masa depan dari bank sentral ini dibandingkan dengan The Fed. Penurunan harga komoditas ekspor utama Selandia Baru juga berkontribusi pada pelemahan NZD. Permintaan global yang melambat mempengaruhi sektor pertanian dan ekspor Selandia Baru, sehingga menambah tekanan jual pada mata uang ini.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Euro Tertekan Dolar: ING Prediksi Penurunan Lanjut EUR/USD Artikel Lama → Harga Minyak Geopolitik: Ancaman Pasokan Dorong Kenaikan

Postingan Lainya