EUR/USD Pulih: Dolar AS Melemah & Target Teknis 1.1800-an

Dipublikasikan pada: 23 February 2026

EUR/USD Pulih: Dolar AS Melemah & Target Teknis 1.1800-an

Pasangan mata uang EUR/USD menunjukkan momentum pemulihan yang signifikan pada awal pekan ini. Pasangan ini berhasil bangkit dari level terendah satu bulan yang dicapai pada hari Jumat lalu, dengan mata uang tunggal kini membidik area pertengahan 1.1800-an. Pelemahan dolar AS secara luas menjadi katalis utama di balik pergerakan positif ini, memberikan dorongan kuat bagi euro setelah periode tekanan jual yang intens.

EUR/USD Bangkit dari Tekanan Jual

Setelah tertekan sepanjang minggu lalu, EUR/USD menemukan pijakan kuat. Penurunan ke level terendah satu bulan di sekitar 1.1750 pada akhir pekan lalu telah memicu aksi beli di kalangan investor. Pembalikan ini sebagian besar dipicu oleh perubahan sentimen pasar terhadap dolar AS. Dolar, yang sebelumnya diuntungkan oleh kekhawatiran inflasi dan prospek kenaikan suku bunga Fed lebih awal, kini menghadapi tekanan.

Aksi beli ini menunjukkan bahwa pasar mungkin menganggap penurunan sebelumnya berlebihan. Data ekonomi Zona Euro yang relatif stabil juga turut mendukung euro. Indeks PMI Manufaktur Jerman misalnya, tetap kuat, meskipun ada beberapa kekhawatiran terkait rantai pasokan. Ini memberikan kepercayaan diri terhadap prospek pemulihan ekonomi di kawasan tersebut.

Pelemahan Dolar AS Dorong Pemulihan EUR/USD

Kelemahan dolar AS menjadi pendorong utama di balik penguatan EUR/USD. Dolar AS mundur dari level tertingginya baru-baru ini terhadap sejumlah mata uang utama. Beberapa faktor berkontribusi pada pelemahan ini. Pertama, spekulasi mengenai waktu tapering oleh Federal Reserve sedikit mereda. Meskipun pembicaraan tapering masih ada, pasar kini lebih berhati-hati dalam memproyeksikan jadwal pasti. Ini mengurangi daya tarik dolar sebagai aset safe-haven jangka pendek.

Selain itu, sentimen risiko global sedikit membaik. Pasar ekuitas global menunjukkan performa positif, mengurangi permintaan akan dolar AS yang biasanya naik di tengah ketidakpastian. Yield obligasi Treasury AS juga menunjukkan sedikit penurunan, yang secara tidak langsung menekan nilai dolar. Investor mulai mengalihkan fokus dari ekspektasi kebijakan moneter agresif ke data ekonomi makro yang lebih luas.

Target Teknis Menuju Pertengahan 1.1800-an

Secara teknis, pasangan EUR/USD kini menargetkan area pertengahan 1.1800-an. Level ini merupakan resistensi signifikan yang sebelumnya menahan pergerakan naik. Jika EUR/USD berhasil menembus dan bertahan di atas 1.1850, momentum bullish dapat berlanjut. Target selanjutnya mungkin berada di sekitar 1.1900. Indikator teknis jangka pendek mulai menunjukkan sinyal positif, seperti Relative Strength Index (RSI) yang bergerak naik dari zona oversold.

Namun, perlu diingat bahwa area 1.1850-1.1880 tetap menjadi zona krusial. Penembusan yang gagal di level ini dapat memicu konsolidasi atau bahkan koreksi kembali. Investor akan memantau dengan cermat volume perdagangan dan reaksi pasar di sekitar level tersebut. Level support terdekat kini berada di sekitar 1.1780 dan kemudian 1.1750.

Faktor Ekonomi dan Sentimen Pasar ke Depan

Ke depan, beberapa rilis data ekonomi akan sangat penting. Data inflasi dan ketenagakerjaan dari AS akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan moneter Federal Reserve. Angka-angka ini akan memengaruhi sentimen terhadap dolar AS. Di sisi Zona Euro, data PDB dan inflasi akan diawasi untuk mengukur kekuatan pemulihan ekonomi.

Setiap perubahan dalam ekspektasi tapering Fed atau kebijakan moneter European Central Bank (ECB) dapat memicu volatilitas signifikan. Investor juga akan terus memantau perkembangan pandemi COVID-19 dan dampaknya terhadap prospek ekonomi global. Sentimen risiko pasar secara keseluruhan juga akan memainkan peran penting dalam menentukan arah EUR/USD selanjutnya.

Kesimpulan

Pasangan EUR/USD menunjukkan pemulihan signifikan berkat pelemahan Dolar AS, kini membidik area pertengahan 1.1800-an setelah bangkit dari tekanan jual. Investor perlu memantau data ekonomi AS dan Zona Euro, serta sentimen pasar global, untuk memahami arah pergerakan selanjutnya.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru US President Donald Trump considers targeted strike against Iran Artikel Lama → US Dollar Index falls to near 97.50 due to uncertain trade policy

Postingan Lainya