US Dollar Index falls to near 97.50 due to uncertain trade policy

Dipublikasikan pada: 23 February 2026

US Dollar Index falls to near 97.50 due to uncertain trade policy

Indeks Dolar AS (DXY) baru-baru ini mengalami penurunan signifikan, mendekati level 97.50, didorong oleh gelombang ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan global. Pelemahan mata uang safe-haven utama ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi dampak negatif dari tensi dagang yang berlanjut. Ini memengaruhi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat serta prospek global. Dinamika ini memicu pergeseran sentimen pasar, mendorong pelaku pasar untuk mencari aset yang lebih aman atau berpotensi lebih stabil di tengah gejolak.

Tekanan Kebijakan Perdagangan dan Dampaknya pada Dolar AS

Ketidakpastian kebijakan perdagangan telah menjadi pemicu utama koreksi Indeks Dolar AS. Negosiasi berlarut-larut dan ancaman tarif baru, terutama antara AS dan mitra dagangnya, menciptakan iklim risiko tinggi. Investor cenderung menghindari aset terkait ekonomi yang rentan guncangan eksternal. Akibatnya, permintaan Dolar AS sebagai aset safe-haven berkurang. Kekhawatiran meningkat terhadap profitabilitas perusahaan AS dan investasi asing langsung.

Langkah-langkah proteksionis seringkali menghambat rantai pasokan global dan memicu peningkatan biaya bagi produsen. Ini berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Dalam konteks ini, Dolar AS cenderung melemah karena prospek ekonomi AS menjadi kurang menarik. Para analis pasar mengamati dengan seksama setiap pernyataan dari pejabat pemerintah terkait perdagangan. Hal tersebut dapat dengan cepat mengubah arah pasar.

Dampak Lebih Luas dari Ketidakpastian Dagang Terhadap Dolar AS

Penurunan Dolar AS hingga mendekati 97.50 bukan hanya sekadar pergerakan teknikal. Ini adalah indikator kuat bahwa pasar menafsirkan kebijakan perdagangan yang tidak menentu sebagai ancaman serius. Kebijakan perdagangan yang agresif dapat memicu aksi balasan dari negara lain. Hal ini dapat berujung pada perang dagang yang merugikan semua pihak. Selain itu, ketidakpastian ini juga memengaruhi keputusan Bank Sentral AS (Federal Reserve).

The Fed mungkin mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang tertekan oleh tensi dagang. Ekspektasi penurunan suku bunga tentu saja akan mengurangi daya tarik Dolar AS bagi investor. Investor internasional sering memindahkan modal mereka ke negara dengan suku bunga lebih tinggi atau prospek ekonomi yang lebih stabil. Dengan demikian, Dolar AS menghadapi tekanan ganda dari sentimen perdagangan negatif dan potensi kebijakan moneter yang lebih dovish.

Pergeseran Sentimen Investor dan Prospek Dolar AS

Sentimen investor telah bergeser secara signifikan. Mereka kini lebih hati-hati dalam menempatkan modal di aset berdenominasi Dolar. Alih-alih mencari keuntungan dari kenaikan Dolar, mereka mencari perlindungan di aset lain. Misalnya, emas atau mata uang yang secara historis kurang terpengaruh isu perdagangan global. Euro dan Yen Jepang, misalnya, sering menjadi alternatif menarik di tengah ketidakpastian. Meskipun demikian, mereka juga memiliki tantangan ekonomi internal.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar sangat sensitif terhadap risiko geopolitik dan kebijakan ekonomi makro. Setiap indikasi kemajuan atau kemunduran dalam negosiasi perdagangan dapat memicu volatilitas tajam. Trader dan investor harus terus memantau perkembangan ini dengan cermat. Kelanjutan ketidakpastian dapat terus menekan Dolar AS, berpotensi mendorongnya ke level dukungan teknikal berikutnya.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru EUR/USD Pulih: Dolar AS Melemah & Target Teknis 1.1800-an Artikel Lama → China Commerce Ministry urges US to lift its unilateral tariffs on trading partners

Postingan Lainya