EUR/USD slips as US CPI meets expectations
Dipublikasikan pada: 12 March 2026
Pasangan mata uang EUR/USD mengalami penurunan pada sesi perdagangan hari ini. Ini terjadi seiring dengan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat yang memenuhi ekspektasi pasar. Penurunan EUR/USD terjadi meskipun angka inflasi tidak melampaui perkiraan. Hal ini mengindikasikan bahwa ekspektasi pasar terhadap jalur kebijakan moneter Federal Reserve tetap hawkish. Investor mencermati setiap detail data inflasi. Tujuannya adalah memprediksi langkah The Fed selanjutnya. Hasil CPI terbaru ini tampaknya memperkuat narasi suku bunga "lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama."
Data Inflasi AS dan Dampaknya pada Pergerakan EUR/USD
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Konsumen (CPI) inti naik 0,3% secara bulanan pada bulan terbaru. Angka ini tidak termasuk harga makanan dan energi yang volatil. Hasilnya sesuai dengan perkiraan ekonom. Secara tahunan, CPI inti naik 3,8%. Sementara itu, CPI utama naik 0,4% secara bulanan dan 3,5% secara tahunan. Ini juga sesuai dengan proyeksi. Meskipun angka-angka ini tidak mengejutkan pasar dengan lonjakan tak terduga, ketidakmampuan inflasi untuk menunjukkan perlambatan yang signifikan telah memperkuat keyakinan. Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuan pada level saat ini untuk waktu yang lebih lama. Kondisi ini secara alami menguntungkan dolar AS. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar, yang kemudian menekan pasangan mata uang EUR/USD.
Prospek Kebijakan The Fed dan Kekuatan Dolar AS
Rilis data CPI yang konsisten dengan ekspektasi ini memperkuat pandangan pasar. The Fed tidak akan terburu-buru untuk memangkas suku bunga. Para pejabat bank sentral AS telah berulang kali menekankan perlunya melihat bukti inflasi yang berkelanjutan. Inflasi harus menuju target 2% sebelum mempertimbangkan pelonggaran kebijakan. Dengan inflasi yang tetap di atas target, probabilitas penurunan suku bunga pada pertemuan mendatang semakin berkurang. Sebagai hasilnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS naik. Ini menjadikan dolar AS lebih menarik dibandingkan dengan euro. Diferensial suku bunga antara AS dan Zona Euro tetap menjadi faktor krusial. Pasar mengantisipasi Bank Sentral Eropa (ECB) mungkin akan memangkas suku bunga lebih cepat dibandingkan The Fed. Ini akan memperlebar jurang yang tidak menguntungkan bagi euro.
Analisis Teknikal EUR/USD Pasca Rilis CPI
Secara teknikal, EUR/USD saat ini berada di bawah tekanan jual. Pasangan ini telah menembus beberapa level support penting setelah rilis data CPI. Level support psikologis di 1.0700 kini menjadi titik perhatian utama. Apabila tekanan jual berlanjut, pasangan ini berisiko untuk menguji level support berikutnya di sekitar 1.0650 atau bahkan lebih rendah. Di sisi lain, level resistensi terdekat dapat ditemukan di sekitar 1.0750, diikuti oleh 1.0800. Indikator momentum jangka pendek menunjukkan sentimen bearish yang dominan. Para trader akan terus memantau pergerakan harga di sekitar level-level kunci ini. Tujuannya adalah mencari petunjuk arah selanjutnya.
Faktor-faktor Lain yang Mempengaruhi Sentimen Pasar Eropa
Selain sentimen dari AS, euro juga dihadapkan pada tantangan internal. Data ekonomi terbaru dari Zona Euro menunjukkan pertumbuhan yang moderat. Sementara itu, ketidakpastian politik di beberapa negara anggota masih menjadi perhatian. Pernyataan dari pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) juga telah menunjukkan sikap yang lebih dovish dibandingkan The Fed. Ini memperkuat ekspektasi pemotongan suku bunga dalam waktu dekat. Perbedaan prospek kebijakan moneter antara kedua bank sentral ini terus menjadi pendorong utama pergerakan EUR/USD. Selanjutnya, ketegangan geopolitik dan harga komoditas global juga dapat memberikan dampak signifikan pada volatilitas pasar mata uang.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com