GBP/USD climbs as US Dollar stalls amid trade uncertainty
Dipublikasikan pada: 26 February 2026
Pasangan mata uang GBP/USD menunjukkan kenaikan signifikan hari ini, menembus level resistensi kunci, karena dolar AS terhenti di tengah ketidakpastian perdagangan global yang terus membayangi. Penguatan pound sterling terjadi setelah sentimen pasar terhadap dolar merosot, terutama dipicu oleh kekhawatiran yang meningkat terkait perang dagang dan dampaknya terhadap prospek ekonomi global.
Penurunan Dolar AS Akibat Ketidakpastian Perdagangan Global
Ketidakpastian perdagangan, terutama antara Amerika Serikat dan Tiongkok, terus menjadi pendorong utama pelemahan dolar AS. Investor khawatir bahwa eskalasi konflik perdagangan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global, termasuk di AS sendiri. Retorika yang semakin keras dari kedua belah pihak mengenai tarif dan hambatan non-tarif telah menekan sentimen risiko. Hal ini menyebabkan investor menjauhi aset yang terkait dengan dolar. Selain itu, tekanan ini meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan mengambil langkah-langkah pelonggaran moneter lebih lanjut untuk menopang ekonomi, yang semakin membebani dolar. Analis mengamati bagaimana dolar AS seringkali berfungsi sebagai aset safe-haven, namun dalam skenario ketidakpastian perdagangan yang mengancam pertumbuhan AS, perannya menjadi terbalik.
Penjualan ritel AS yang kurang impresif baru-baru ini juga menambah narasi pelemahan dolar. Data tersebut mengindikasikan potensi perlambatan konsumsi, yang merupakan tulang punggung ekonomi AS. Investor kini mencermati setiap sinyal dari The Fed, mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneternya di tengah tekanan perdagangan dan data ekonomi yang beragam.
Penguatan GBP/USD: Pound Sterling Mencari Keseimbangan
Meskipun pound sterling sendiri menghadapi tantangan dari ketidakpastian Brexit yang berkelanjutan, pelemahan dolar AS yang meluas memberikan dorongan signifikan bagi GBP/USD. Investor mungkin melihat pound sebagai alternatif yang relatif lebih stabil dibandingkan dolar yang kini tertekan oleh isu perdagangan. Data ekonomi Inggris terbaru, meskipun bervariasi, tidak menunjukkan kemerosotan yang drastis, memberikan sedikit dukungan. Inflasi yang relatif stabil dan angka ketenagakerjaan yang solid menawarkan sedikit ruang gerak bagi Bank of England.
Selain itu, optimisme sporadis mengenai kemungkinan penyelesaian Brexit, atau setidaknya penundaan skenario 'no-deal' yang keras, juga memberikan jeda bagi pound. Ini memungkinkan mata uang ini untuk memanfaatkan kelemahan dolar. Harapan terhadap adanya negosiasi yang lebih konstruktif antara Inggris dan Uni Eropa, meskipun masih rapuh, telah membantu meredakan tekanan jual yang parah pada pound. Oleh karena itu, pergerakan GBP/USD saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika dolar AS daripada fundamental intrinsik pound.
Dinamika Pasar dan Indikator Krusial untuk GBP/USD
Selain faktor perdagangan, dinamika pasar lainnya juga berperan penting. Permintaan terhadap aset safe-haven seperti emas dan yen Jepang juga meningkat. Ini mengindikasikan suasana kehati-hatian investor yang meluas di pasar global. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, telah menunjukkan tren penurunan yang jelas, mencerminkan sentimen negatif terhadap mata uang hijau.
Para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan negosiasi perdagangan, terutama antara AS dan Tiongkok, serta pernyataan dari pejabat bank sentral. Rilis data ekonomi penting juga akan sangat berpengaruh. Angka inflasi dan data ketenagakerjaan dari AS dan Inggris, misalnya, akan membentuk ekspektasi kebijakan moneter ke depan. Perkembangan geopolitik global, di samping isu perdagangan, juga dapat memicu volatilitas tambahan pada pasangan mata uang GBP/USD di sesi mendatang.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com