USD/INR edges down as US SC strikes down Trump’s tariff policy

Dipublikasikan pada: 23 February 2026

USD/INR edges down as US SC strikes down Trump’s tariff policy

Pasangan mata uang Dolar AS/Rupee India (USD/INR) menunjukkan pergerakan menurun yang signifikan, dengan nilai tukar yang merosot setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat secara resmi menolak kebijakan tarif yang diberlakukan di bawah pemerintahan mantan Presiden Trump. Keputusan penting ini diperkirakan akan mengurangi ketidakpastian perdagangan global dan memiliki implikasi luas bagi pasar keuangan internasional, terutama bagi mata uang pasar berkembang seperti Rupee India.

Dampak Keputusan MA AS terhadap Kebijakan Tarif Era Trump

Mahkamah Agung AS baru-baru ini mengeluarkan putusan yang membatalkan sebagian besar kebijakan tarif yang kontroversial dari era mantan Presiden Trump. Putusan ini secara spesifik menargetkan klaim otoritas eksekutif untuk memberlakukan tarif berdasarkan alasan keamanan nasional tanpa persetujuan kongres yang jelas. Para analis pasar menyambut baik langkah ini karena mengurangi salah satu sumber utama ketegangan perdagangan global yang telah membebani sentimen investor selama bertahun-tahun.

Keputusan ini menandakan penarikan potensi perang dagang yang lebih luas dan menciptakan lingkungan yang lebih stabil untuk perdagangan internasional. Investor kini melihat adanya jalur yang lebih jelas untuk pertumbuhan ekonomi global, mengurangi kekhawatiran terkait proteksionisme. Penegasan kembali peran kongres dalam kebijakan perdagangan juga memberikan kepastian hukum yang lebih besar bagi perusahaan multinasional yang sebelumnya menghadapi risiko tarif yang tidak terduga.

Analisis Pergerakan USD/INR Pasca Putusan MA

Setelah pengumuman putusan Mahkamah Agung AS, USD/INR segera menunjukkan pelemahan Dolar AS terhadap Rupee India. Pelemahan Dolar AS ini sebagian besar didorong oleh berkurangnya permintaan safe-haven untuk mata uang tersebut. Dengan meredanya ketidakpastian perdagangan, aset-aset berisiko, termasuk mata uang pasar berkembang seperti Rupee India, menjadi lebih menarik bagi investor.

Secara fundamental, keputusan ini menguntungkan India. Kebijakan tarif AS sebelumnya telah mengganggu rantai pasok global dan berpotensi menghambat ekspor India ke beberapa pasar. Pencabutan tarif tersebut berpotensi membuka kembali peluang perdagangan dan meningkatkan volume ekspor. Peningkatan sentimen risiko global juga cenderung mendorong aliran modal asing ke India, memperkuat posisi Rupee.

Dari perspektif teknis, USD/INR terlihat menembus level support jangka pendek yang penting. Jika momentum penurunan berlanjut, pasangan ini mungkin akan menguji level support berikutnya. Trader saat ini sedang memantau indikator teknis untuk mencari konfirmasi lebih lanjut mengenai tren penurunan ini. Pergerakan pasar mencerminkan optimisme yang berhati-hati terhadap prospek perdagangan global.

Prospek Ekonomi Global dan Implikasi Jangka Menengah

Implikasi jangka menengah dari keputusan Mahkamah Agung ini sangat luas. Lingkungan perdagangan yang lebih stabil dapat mendorong investasi lintas batas dan mempercepat pemulihan ekonomi global. Bagi Amerika Serikat sendiri, pencabutan tarif dapat mengurangi biaya impor bagi konsumen dan produsen, berpotensi menurunkan inflasi dan meningkatkan daya beli.

Untuk pasar berkembang seperti India, pengurangan hambatan perdagangan dapat meningkatkan prospek pertumbuhan ekonomi. India, sebagai ekonomi besar yang sangat bergantung pada perdagangan, akan mendapatkan manfaat dari lingkungan global yang lebih terbuka. Namun, pergerakan USD/INR juga akan tetap dipengaruhi oleh faktor domestik India, seperti kebijakan moneter Reserve Bank of India (RBI), harga minyak mentah global, dan data ekonomi domestik. Meskipun demikian, keputusan Mahkamah Agung AS ini telah menetapkan nada positif bagi sentimen pasar global, yang cenderung menguntungkan Rupee India dalam jangka pendek.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Kekacauan Tarif USD: Mengaburkan Prospek Kebijakan & Dolar AS Artikel Lama → Strategi AI Trump: Luncurkan Tech Corps Perkuat Dominasi AI Global

Postingan Lainya