USD/CNY: Gradual downside seen with tariff shifts – MUFG

Dipublikasikan pada: 24 February 2026

USD/CNY: Gradual downside seen with tariff shifts – MUFG

Bank MUFG (Mitsubishi UFJ Financial Group) dalam analisis terbarunya memproyeksikan potensi penurunan bertahap pasangan mata uang USD/CNY. Pandangan ini didasari oleh pergeseran dalam kebijakan tarif perdagangan global, terutama yang melibatkan Amerika Serikat dan Tiongkok. Judul inspirasi, "USD/CNY: Gradual downside seen with tariff shifts – MUFG", secara gamblang merangkum inti dari ekspektasi bank investasi global tersebut. Penurunan bertahap ini mengindikasikan bahwa Yuan Tiongkok (CNY) mungkin akan menguat secara perlahan terhadap Dolar AS, seiring dengan evolusi lanskap perdagangan internasional.

Analisis MUFG atas Pergeseran Tarif dan Dampaknya pada USD/CNY

Menurut MUFG, perubahan dinamika tarif perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi faktor kunci. Sejak era perang dagang, tarif telah menjadi penghalang signifikan bagi perdagangan bilateral, mempengaruhi aliran barang dan jasa serta nilai mata uang. Pergeseran tarif, baik dalam bentuk peninjauan ulang, pengurangan, atau bahkan restrukturisasi, berpotensi mengurangi tekanan pada eksportir Tiongkok. Hal ini pada gilirannya dapat meningkatkan surplus perdagangan Tiongkok, menciptakan permintaan yang lebih tinggi untuk Yuan.

Analis MUFG secara spesifik menyoroti kemungkinan penyesuaian tarif yang dapat menenangkan ketegangan perdagangan. Situasi ini cenderung mendukung penguatan Renminbi. Investor mulai mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan perdagangan yang lebih stabil. Oleh karena itu, prospek penurunan bertahap pada USD/CNY menjadi skenario yang masuk akal di mata MUFG, didorong oleh fundamental perdagangan yang bergeser.

Faktor Pendorong Pelemahan Bertahap USD/CNY

Beberapa faktor turut berkontribusi pada pandangan MUFG mengenai pelemahan bertahap USD/CNY. Pertama, pelonggaran tarif secara langsung mengurangi biaya impor bagi AS dan meningkatkan daya saing ekspor Tiongkok. Peningkatan ekspor Tiongkok berarti lebih banyak pendapatan valuta asing yang masuk, memperkuat posisi Yuan. Kedua, kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Tiongkok dapat meningkat jika ketidakpastian perdagangan berkurang. Ini mendorong investasi asing langsung dan portofolio ke Tiongkok.

Selain itu, Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) memiliki peran penting dalam mengelola nilai Yuan. Dengan potensi pengurangan tekanan eksternal dari tarif, PBoC mungkin memiliki fleksibilitas lebih besar untuk memungkinkan Yuan bergerak sesuai dengan fundamental pasar. Keberlanjutan pemulihan ekonomi Tiongkok pasca-pandemi juga menjadi elemen pendukung. Konsumsi domestik yang kuat dan investasi infrastruktur stabil memberikan fondasi kuat bagi mata uangnya. Kebijakan moneter yang hati-hati dari PBoC juga menjaga stabilitas.

Prospek Jangka Menengah dan Risiko Terkait Pergeseran Tarif

Proyeksi MUFG menekankan sifat "bertahap" dari penurunan USD/CNY. Ini mengindikasikan bahwa pergerakan nilai tukar tidak akan drastis atau tiba-tiba. Sebaliknya, pasar akan beradaptasi secara progresif terhadap perubahan kebijakan tarif dan dampaknya terhadap arus perdagangan serta investasi. Proses negosiasi atau peninjauan ulang tarif seringkali memakan waktu, sehingga menyebabkan respons pasar yang terukur.

Namun demikian, risiko tetap ada. Setiap perubahan tak terduga dalam hubungan geopolitik atau keputusan kebijakan ekonomi besar dari kedua negara dapat mempengaruhi prospek ini. Misalnya, eskalasi ketegangan non-perdagangan atau kebijakan moneter yang berbeda secara signifikan antara Federal Reserve dan PBoC dapat mengubah lintasan USD/CNY. Investor harus tetap waspada terhadap perkembangan ini. Analisis MUFG memberikan panduan, tetapi pasar global selalu dinamis dan rentan terhadap kejutan baru.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Gugatan Tesla FSD: Melawan Klaim Iklan Palsu DMV California Artikel Lama → Proyeksi Harga GBP/JPY: Penurunan Lanjut Setelah Bearish Flag.

Postingan Lainya